Rabu, 27 Mei 2015

KARAKTERISTIK DAN PERBEDAAN INDIVIDU


BAB 1
KARAKTERISTIK DAN PERBEDAAN INDIVIDU

A.  Individu dan karakteristiknya
1. Pengertian individu
Individu adalah manusia yang berkedudukan sebagai pribadi yang utuh, pilah, tunggal dan khas. Ia sebagai subjek yang merupakan suatu kesatuan psiko-fisik dengan berbagai kemampuannya untuk berhubungan dengan lingkungan, dengan sesama, dan dengan tuhan yang menciptakannya.
Berdasarkan pengertian di atas dapat di bentuk suatu lingkungan untuk anak yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi yang dimilikinya dan akan membawa perubahan-perubahan apa saja yang di inginkan dalam kebiasaan dan sikap-sikapnya. Sejak lahir manusia merupakan kesatuan psikofisis atau psikosomatis yang terus mengalami perkembangan dan pertumbuhan.
2. Karakteristik individu
Karakteristik seseorang dapat diperoleh dari pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakter keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis.
Natur dan nurture merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik-karakteristik individu dalam hal fisik, mental, dan emosional pada setiap tingkat perkembangan. Karakteristik yang berkaitan dengan perkembangan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap, sedang karakteristik yang berkaitan dengan sosial psikologis lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
B. Perbedaan individu
Perbedaan individu secara keseluruhan lebih banyak bersifat kuantitatif bukan kualitatif. Sejauh mana individu berbeda akan mewujudkan kualitas perbadaan mereka atau kombinasi-kombinasi dari berbagai unsur perbedaan tersebut.
Ciri dan sifat orang yang satu dengan yang lain. Peredaan ini disebut perbedaan individu atau perbedaan individual. Maka “perbedaan” dalam “perbedaan individual”menurut langgren (1980;578) menyangkut variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis.

1.      Bidang-bidang perbedaan
Garry 1963 (oxendine 1984:317) mengategorikan perbedaan individu ke dalam bidang-bidang berikut:
a.       Peredaan fisik: usia, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan, dan kemampuan bertindak
b.      Perbedaan sosial termasuk status ekonomi, agama, hubungan keluarga dan suku
c.       Perbedaan kepribadian termasuk watak, motif, minat, dan sikap
d.      Perbedaan inteligensi dan kemampuan dasar
e.       Perbedaan kecakapan atau kepandaian di sekolah
Perbedaan-perbedaan tersebut berpengaruh terhadap perilaku mereka dirumah maupun disekolah. Gejala yang dapat diamati adalah bahwa mereka menjadi lebih atau kurang dalam bidang tertentu dibandingkan dengan orang lain.
a.       Perbedaan Kognitif
Kemampuan kognitif menggambarkan penguasaan ilmu pngetahuan dan teknologi tiap-tiap orang. Pada dasarnya kemampuan kognitif merupakan hasil belajar. Inteligensi sangat mempengaruhi kemampuan kognitif seseorang. Dikatakan bahwa antara kecerdasan dan nilai kemampuan kognitif berkorelasi tinggi dan positif, semakin tinggi nilai kecerdasan seseorang semakin tinggi kemampuan kognitifnya.
b.      Perbedaan individual dalam kecakapan bahasa
Kemampuan tiap individu dalam berbahasa berbeda-beda, kemampuan berbahasa merupakan kemampuanseseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dak kalimat yang penuh makna, logis dan sistematis. Kemampuan berbahasa tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor lingkungan.
c.       Perbedaan dalam kecakapan motorik
Kecakapan motorikmerupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja saraf motorik yang dilakukan oleh saraf pusat untuk melakukan kegiatan.kegiatan-kegiatan tersebut terjadi karena kerja saraf yang sistematis. Alat indra menerima rangsangan, rangsangan tersebut diteruskan melalui saraf sensorik ke otak untuk diolah, dan hasilnya dibawa oleh saraf motorik untuk memberikan reaksi dalam bentuk gerakan-gerakan atau kegiatan.
d.      Perbedaan dalam latar belakang
Dalam suatu kelompok siswa pada tingkat manapun, perbedaan latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat mamperlancar atau menghambat prestasinya, terlepas dari potensi individu untuk menguasai bahan pelajaran, pengalaman-pengalaman belajar yang dimiliki anak dirumah mempengaruhi kemauan untuk berprestasi dalam situasi belaja yang disajikan.

e.       Perbadaan dalam bakat
Bakat merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak ;ahir. Kemapuan tersebut akan berkembang dengan baik apabila mendapatkan rangsangan secara tepat. Sebaliknya bakat tidak dapat berkembang jika lingkungan tidak memberikan kesempatan untuk berkembang. Dalam arti tidak ada rangsangan dan pemupukan yang menyentuhnya.

f.       Perbedaan dalam kesiapan beajar
Didepan telah diuraikan bahwa perbedaan latar belakang keluarga fdan lingkungan mempunyai pengaruh terhadap belajar. Perbadaan latar belakang tersebut yang meliputi perbedaan sosioekonomi dan sosiokultural amat penting bagi perkembangan anak. Akibatnya anak-anak pada umur yang sama tidak selau berada pada tingkat kesiapan yang sama dalam menerinerima pengaruh dari luar yang lebih luas dalam hal ini pelajaran disekolah.

C.  Aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan individu
Setiap individu pada hakikatnya akan mengalami pertumbuhan fisik dan perkembang non fisik yang meliputi aspek-aspek intlek, emosi, sosisal, bahasa, bakat khusus, niladi dan moral serta sikap.

1.      Pertumbuhan fisik
a.       Pertumbuhan sebelum lahir
Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang sangat kompleks karena pada masa itu merupakan awal terbentuknya organ-organ tubuh dan tersusunnya jaringan saraf yang membentuk sistem yang lengkap

b.      Pertumbuahan setelah lahir
Pertumbuhan fisik manusia setelah lahir mrupakan kelanjutan pertumbuhan sebelum lahir. Hasil pertumbuhan fisik manusia berlangsung hingga dewasa. Selama tahun pertama dalam pertumbuhannya, ukuran panjang badannya akan bertambah. Sejak lahir sampai dengan umur 25 tahun perbandingan ukuran badan individu dari pertumbuahan yang kurang proporsional pada awal terbentuknya manusia sampai dengan proporsi yang ideal dimasa dewasa.

2.      Intelek
Intelek sejalan dengan pertumbuhan saraf otak. Karena pikiran pada dasarnya menunjukan fungsu otak, maka kemampuan intelektual yang lazim disebut dengan istilah lain kemampuan berpikir, dipengaruhi oleh kematangan otak yang mampu menunjukan fungsinya secara baik

3.      Emosi
Emosi merupakan gejala perasaan disertai dengan perubahan atau perilaku fisik. Seperti marah yang ditunjukan dengan teriakan suara keras, atau tingkah laku yang lain. Begitu pula sebaliknya seorang yang gembira akan melonjak-lonjak sambil tertawa lebar, dan sebagainya

4.      Sosial
Bayi lahir dalam keadaan yang sangat lemah. Ia tidak akan mampu hidup terus tanpa bantuan orang lain, begitu juga dengan orang dewasa, dalam peroses pertumbuhan setiap orang tidak dapat berdiri sendiri. Setiap manusia memerlukan lingkungan dan senantiasa akan memerlukan manusia lainnya.

5.      Bahasa
Pengertian bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan sebagai tanda, gerak, dan suara untuk menyanpaikan isi pikiran kepada orang lain. Seperti contoh seorang bayi yang menangis, itu merupakan suatu bahasa seorang bayi dengan sekitarnya, setelah bayi itu semakin besar maka semakin banyak kata yang ia kuasai.

6.      Bakat khusus
Bakat merupakan kemampuan tertentu atau khusus yang dimiliki oleh seorang individu yang hanya dengan rangsangan atau sedikit latihan, kemampuan itu dapat berkembang dengan baik. Seorang yang memiliki bakat akan cepat dapat diamati. Sebab kemampuan yang dimiliki akan berkembang dengan pesat dan menonjol. Bakat khusus merupakan salah satu kemampuan untuk bidang tertentu.
7.      Sikap, nilai dan moral
Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikisnya, anak mulai dikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukan hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh, yang harus dilakukan dan yang dilarang. Pada awalnya pengenalan nilai dan prilaku serta tindakan itu masih bersifat “paksaan”, dan anak belum mengetahui maknanya. Akan tetapi sejalan dengan perkembangan inteleknya, berangsur-angsur anak mulai mengikuti berbagai ketentuan yang berlaku didalam keluarga dansemakin lama semakin luas sampai dengan ketentuan yang berlaku didalam masyarakat dan negara.



BAB II
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN REMAJA
A.Pengertian pertumbuhan dan perkembangan
            Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat. sedangkan Perkembangan yaitu perubahan-perubahan progresif dalam organisasi organisme yang dilihat dari sestem fungsional dan adaptif sepanjang hidupnya.
            Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kurang normal:
1.      faktor yang terjadi sebelum lahir
2.      faktor ketika lahir
3.      faktor sesudah lahir
4.      faktor psikologi

pertumbuhan dan perkembangan meliputi beberapa aspek, yaitu:
1.      perubahan dalam ukuran
2.      perubahan dalam perbandingan
3.      berubah untuk mengganti hal-hal yang lama
4.      berubah untuk memperoleh hal-hal yang baru

B.tugas-tugas perkembangan
            Ada 10 jenis tugas perkembangan remaja
1.      mencapai hubungan dengan teman lawan jenisnya
2.      mencapai perasaan seks dewasa
3.      menerima keadaan badannya
4.      mencapai kebutuhan emosional
5.      mencapai kebebasan ekonomi
6.      memilih dan menyiapkn pekerjaan
7.      menyiapkan perkawinan
8.      mengembangkan keterampilan
9.      mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab
1.      menggapai suatu peringkat nilai

C.hukum-hukum pertumbuhan dan perkembangan
hukum-hukum pertumbuhan dan perkembangan antara lain:
1.      hukum cephalocoudal
2.      hukum proximodital
3.      perkembangan terjadi dari umum ke khusus
4.      perkembangan berlangsung dalam tahapan-tahapan perkembangan
5.      hukum tempo dan ritme perkembangan
D.remaja: karakteristik pertumbuhan dan perkembangan
1.  remaja menurut hukum
2. remaja ditinjau dari sudut perkembangan fisik
3. batasan remaja menurut WHO
4. remaja di tinjau dari faktor sosial psikologis
5. definisi remaja untuk masyarakat indonesia

E.jenis-jenis kebutuhan dan pemenuhannya
Kebutuhan dapat diedakan menjadi 2 kelompok, yaitu:
1.      kebutuhan primer, contohnya: makan, minum, kehangatan tubuh dan kebutuhan seksual
2.      kebutuhan sekunder, contohnya: kebutuhan pengetahuan (iptek), hiburan, pergaulan, alat transportasi dan lain-lain.

F.kebutuhan remaja, masalah, dan konsekuensinya
Kebutuhan remaja:
1.      kebutuhan organik
2.      kebutuhan emosional
3.      kebutuhan berprestasi
4.      kebutuhan untuk mempertahankan diri
masalah dan konsekuensinya
            beberapa masalah yang dihadapi remaja, yaitu:
a.       upaya untuk merubah sikap
b.      kesulitan dalam menerima perubahan fisiknya
c.       perkembangan fungsi seks
d.      mencoba untuk mandiri
e.       berbagai norma dan nilai yang menjadi masalah remaja



BAB III
PERTUMBUHAN FISIK

Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Pertumbuhan wanita 2 tahun lebih cepat dari pertumbuhan laki-laki
A.penyebab perubahan
Adapun perubahan-perubahan fisik yang penting dan ayng terjadi pada masa remaja yaitu:
1. perubahan ukuran tubuh
2. perubahan poporsi tubuh
3. ciri kelamin yang utama
4. Ciri lelamin kedua
Percepatan pertumbuhan dapat terjadi perbedaan atau keanekaragaman proporsi tubuh.
a.       Percepatan pertumbuhan
b.      Proses kematangan seksual
1.      Kriteria kematangan seksual
2.      Permulaan kematangan seksual
3.      Urutan gejala-gejala kematangan
c.       Keanekaragaman perubahan proporsi tubuh

Kondisi-kondisi yang mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, antara lain
a.       Pengaruh keluarga
b.      Pengaruh gizi
c.       Gangguan emosional
d.      Lenis kelamin
e.       Satus sosial ekonomi
f.       Kesehatan
g.      Pengaruh bentuk tubuh

Remaja saat ini perlu mendapatkan perhatian dari para pendidik dalam proses pendidikan. Kegiatan seperti dorongan untuk elajar kelompok, pembentukan kelompok olah raga. Kegiatan pramuka, dan pembasaan hidup sehan perlu dikembangkan. Disekolah, kegiatan kokurikulerdan ekstrakurikuler perlu diselenggarakan secara terprogram.


BAB IV
PERKEMBANGAN INTELEK, SOSIAL, DAN BAHASA

A.    Perkembangan intelek
1.      Pengertian intelek dan inteligensi
Intelek adalah kecakapan mental, yang menggambarkan kemampuan berfikir. Dan inteligensi yaitu kemampuan seseorang dalam berpikir dan bertindak.
2.      Hubungan antara intelek dan tingkah laku
Kemampuan berfikir berpengaruh terhadap tingkah laku. Seseorang yang berkemampuan berpikir tinggi akan ceketan dan cepat dalam bertindak, trutama dalam menghadapi permasalahan.
3.      Karakteristik perkembangan intelek remaja
Ciri-ciri pokok dalam perkembangan intelek remaja dapat disebutkan sebagai berpikir deduktif-hipotesis dan berpikir kombinatoris
4. faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek
a. pengalaman belajar
b. bertambahnya informasi
c. adanya kebebasan berpikir
B.     Bakat khusus
1.pengertian bakat khusus
Yaitu sifat atau kemampuan potensial yang dimiliki oleh seseorang dan akan berkembang dengan amat baik jika mendapatkan rangsangan yang tepat.
3 dimensi psikologis bakat:
1.      Dimensi perseptual
2.      Dimensi psikomotor
3.      Dimensi intelektual
2.jenis-jenis bakat khusus Seperti
bakat seni,
bakat musik,
bakat olah raga,
bakat bahasa
bakat klerikal
bakat guru dan lain-lain.
3.kaitan antara bakat dan prestasi
            Bakat memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu akan tetapi perlu motivasi agar bakat itu dapat tercapai.
4.Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus
            1.dari anak itu sendiri
            2.dari lingkungan anak
C.    perkembangan sosial
1.pengertian perkembangan sosial
Yaitu proses integrasi dan interaksi dengan lingkungan yang merupakan proses sosialisasi yang mendudukan anak-anak sebagai insan yang secara aktif melakukan proses sosialisasi.
2.karakteristik perkembangan sosial remaja
Remaja adalah tingkat perkembangan anak yang telah mencapai jenjang menjelang dewasa, pada jenjang ini, kebutuhanremaja telah cukup kompleks.
3.faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial 
a. keluarga
b. kematangan
c. status sosial ekonomi
d. pendidikan
e. kapasitas mental: emosi dan enteligensi

        D. perkembangan bahasa
1. pengertian perkembangan bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh seseorang dalam pergaulannya dengan orang lain.
2. karakteristik bahasa
Bahasa remaja merupakan bahasa yang telah berkembang. Anak remaja telah banyak belajar dari lingkungan, jadi bahasa remaja terbentuk oleh kondidsi lingkungan
3. faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa
a. umur anak
b. kondisi lingkungan
c. kecerdasan anak
d. status sosial ekonomi keluarga

e. kondisi fisik

LATAR BELAKANG PERUMUSAN PANCASILA DAN PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA


MAKALAH PKN

LATAR BELAKANG PERUMUSAN PANCASILA
DAN
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA

DISUSUN OLEH:
  JON SASTRO


DOSEN PEMBIMBING
ADISEL S.pd., M.pd

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Bahasa Inggris
Universitas Muhamadiyah Bengkulu
2008


 BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar  belakang
Pancasila  lahir  tidak  semudah  seperti apa yang  kita bayangkan .dalam pembuatanya mengalami berbagai macam kendala .para pemimpin indonesia waktu itu berembuk mengemukakan pendapat untuk mencapai suatu mufakat ,sehingga lahirlah pancasila ini sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa indonesia.dan juga dalam makalah ini akan di bahas pula mengenai pancasila dalam kaitanya dalam kehidupan bermasyarakat,berbagsa,bernegara.

B.   Rumusan masalah
1.      Bagaimana sejarah lahirnya pancasila itu ?
2.      Bagaimana peranan pancasila dalam aspek kehidupan bangsa indonesia ?

C.   Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu:
1.      Agar para pembaca tahu sejarah terbentuknya pancasila
2.      Agar pembaca tahu tentang peranan pancasila dalam kehidupan bangsa indonesia.
Untuk lebih jelasnya dalam pembahasan akan di kupas secara rinci.

 BAB II
PEMBAHASAN

2.1 LATAR BELAKANG PERUMUSAN PANCASILA
Pancasila sebagai dasar negara RI dirumuskan pada masa penjajahan jepang di indonesia sebagaimana diketahui sejak tanggal 8 maret 1942 sampai 14 agustus 1945 indonesia di jajah jepang. Pada awal masuknya jepang di indonesia jepang menjanjikan akan memberikan kemerdekaan indonesia sebagai realisasi dari janji jepang tersebut, pada tanggal 29 mei 1945 jepang mendirikan BPUPKI.

1.      Pembentukan BPUPKI
Pada tanggal 17 september 1944 pemerintah jepang dibawah pimpinan perdana mentri jepang mengumumkan secara resmi bahwa kelak kemudian hari Indonesia akan diberi kemerdekaan.
Isi lengkap pengumuman janji kemerdekaan yang dikeluarkan perdana mentri kaiso sebagai berikut: the japanese impire (hereby) annonce the future indenpedence of all indonesian people. (Kekaisaran jepang (dengan ini)mengumumkan kemerdekaan pada masa yang akan datang bagi segenap bangsa jepang).setelah dikeluarkan deklarasi Mr. Subarjo di hubungi oleh nishizima dengan menyampaikan rencana laksamana muda maeda Mr subarjo segera menghubungi tokoh-tokoh yang sekaligus menjadi rekan-rekannya, antara lain Ir soekarno dan drs moh. Hatta untuk memberikan dukungan ide dari laksamana maeda.
deklarasi 7 september 1944 menghidupkan kembali semangat bangsa indonesia untuk merdeka walau harus di bayar mahal berupapengorbanan jiwa raga, dan dari tata lahir janji kayso justru menambah kesengsaraan rakyat indonesia, karena dengan janji kemerdekaan tersebut jepang dapat memaksakan kehendaknya dengan alasan agar jepang dapat memenangkan perang sehingga memberi kemerdekaan kepada bangsa indonesia, keadaan cepat berubah, jepang mengalami kekalahan yang fatal di dalam menghadapi serangan balasan yang gemilang dari panglima tentara sekutu.
Kondisi ini menguntungkan indonesia karena jepang akan menjanjikan pembentukan badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan indonesia pada tanggal 1 maret 1945.
BPUPKI ini sangat berjasa bagi bangsa indonesia karena badan inilah yang berhasil menyusun konsep dasar negara dan rancangan UUD dan hal-hal prinsip lainnya
2.      Proses perumusan pancasila sebagai dasar negara
Sejak lahirnya orde baru tidak ada lagi keraguan tentang rumusan pancasila dasar negara, karena telah menjadi tekad orde baru, kelahirannya untuk melaksanakan pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
Orde baru yakin bahwa hanya dengan landasan pancasila dan UUD 1945 bangsa indonesia akan dapat tumbuh dan berkembang dengan mantap dan dapat melaksanakan pembangunan nasional menuju terwujudnya msyarakat yangdi cita-citakan
Pelaksanaan pancasila secara murni dan konsekuen secara hukum sudah jelas landasannya:
                    i.            TAP MPRS no XX / MPRS / 1966
                  ii.            Intruksi presiden no. 12 / 1968
                iii.            TAP MPRS no V / MPR / 1973
                iv.            TAP MPR no II / MPR /1978
                  v.            TAP MPR no IX / MPR /1978

Akan tetapi bila membicarakan kronologis perumusan dasar negara khususnya menyangkut “tanggal lahir” maka kita akan di hadapkan pada beberapa masalah:
a.       Pembukuan UUD 1945 maupun batang tubuh dan penjelasannya tidk ada satu istilah pun yang mengkatakan bahwa dasar negara republik indonesia adalah pancasila.
b.      Istilah pancasila mulai dipakai untuk dasar negara melalui buku kecil yang dikeluarkan oleh presiden soekarno, yang memuat pidatonya pada tanggal 1 juni 1945 di depan sidang BPUPK dengan judul LAHIRNYA PANCASILA
c.       Fakta sejarah bahwa yang mengusulkan nama pancasila dalam sidang BPUPK (badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan) pertama hanya bung karno pada tanggal 29 mei sampai 1 juni 1945

Mengacu pada pedoman konstitusional produk orde baru tersebut diharapkan istilah pancasila tidak menjadi sumber kajian melainkan dasar negara republik indonesia, dan itulah yang menjadi pokok kajian. Maka dengan hal itu kita akan mendapat gambaran secara kronologis tentang perumusan dasar negara pancasila.

Sepanjang sejarah BPUPKI telah mengalami 2x masa sidang
a.       Masa sidang 1 tanggal 29 mei 1945
1.      konsepsi mr.m yamin

Asas dan dasar negara kebangsaan republik indonesia di sampaikan secara lisan ,isinya:
a.       Peri kebangsaan                c. Peri ketuhanan         e. Kesejahteraan rakyat
b.      Peri kemanusiaan              d. Peri kerakyatan
  
2.      Konsepsi prof dr.soepomo (31 juni 1945)
a.       persatuan               c. keseimbangan lahir dan bathin  e. keadilan rakyat
b.      kekeluargaan         d. Musyawarah
3.      konsepsi ir.soekarno (1 juni 1945)
a.       kebangsaan indonesia
b.      internasinolisme atau perikemanusiaan
c.       mufakat atau demokrasi
d.      kesejahteraan sosial
e.       ketuhanan yang berkebudayaan
Pada akhir pidatonya  Bung Karno mengusulkan “namanya bukan panca darma, tetapi saya namakan dengan petunjuk teman kita ahli bahasa ,namanya PANCASILA . sila-silanya:
1.      ketuhanan yang maha esa
2.      kemanusiaan yang adil dan beradab
3.      persatuan indonesia
4.      kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.      keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Panca berarti lima sedangkan sila artinya dasar  atau asas . dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara indonesia kekal dan abadi . istilah pancasila baru timbul kembali pada waktu presiden soekarno dalam bulan september 1947 mengeluarkan buku keci yang memuat pidato 1 juni 1945.  sejak saat itulah bung karno mulai memperkenalkan pancasila menurut perumusanya pada khalayak lebih-lebih waktu mendekati diadakanya konferensi meja bundar .
Berawal dari ide pribadi bung karno tentang penamaan pancasila untuk dasar negara. Akhirnya menjadi sangat populer dan di terimah secara konvensi bahkan nama bung karno di kaitkan dengan pancasila ,ini terbukti. Pada 1950 ki hajar dewantara mengeluarkan buku kecil berjudul pancasila yang menyebutkan bung karno adalah pencipta pancasila.
Seperti yang telah kita ketahui setelah Bung karno menyampaikan pidatonya di hadapan  sidang BPUPKI pertama tanggal 1 juni 1945 pada hari itu juga, oleh sidang di bentuk panitia kecil (8 orang) dngan susunan:

            Ketua:             Ir. Soekarno
Anggota:   - K.h.a. wathid hasjim                            - R. Otto iskandar dinata
                  - Mr.m.yamin                                         - drs. Moh, hatta
                  - Mr.a.a.maramis                                    - k. Bagus h. hadikoesoemo
                  - m.soetardjo kartohadikoesoemo

Lahirnya piagam pancasila 
            Panitia delapan dibentuk  1 juni 1945 oleh Bpupki. pada tanggal 22 juni 1945, panitia 8 mengadakan rapat gabungan dengan 38 orang anggota  dari dokuritzu zyunbi tjoosakai. Rapat gabungan ini kemudian membentuk panitia kecil lagi yaitu panitia 9.

Proses pengesahan pancasila
-masa sidang BPUPKI I tanggal 10 juli 1945
pada sidang itu berhasil membentuk panitia ,antara lain:
1.      panitia perancang UUD
2.      panitia pembelah tanah air
3.      panitia keuangan dan perekonomian
-masa sidang BPUPKI yang ke II tgl 10-16 juli 1945
            Dalam sidang ini berhasil di rumuskan rancangan hukum dasar indonesia merdeka yang kemudian di sebut UUD 1945. Pada tanggal 17 agustus 1945 indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. pada  tanggal 18 agustus 1945 BPUPKI mengadakan sidang dengan hasil
Ø  Mengesahkan UUD 1945
Ø  Mengangkat  Ir. Soekarno sebagai presiden dan m.hatta sebagai wakil presiden
Ø  Membentuk KNIP (komite nasional indosat pusat)
            
2.2 Pancasila Dalam Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, Bernegara
A.  Pancasila paradigma pembangunan
1.     Pengertian paradigma
Paradigma ialah suatu asumsi-asumsi teoritis yang umum, sehingga merupakan sumber-sumber hukum, metode, serta penerapan dalam ilmu pengetahuan yang menentukan sifat, ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri (kaelan 2000). Secara terminologis tokoh yang mengembangkan istilah paradigma adalah thomas.s.khun.
Sifat ilmu pengetahuan yang dinamis menyebabkan semakin banyak hasil-hasil penelitian, sehingga membuka kemungkinan kelemahan teori-teori terdahulu. Contohnya ilmu sosial.
Berdasarkan kajian paradigma ilmu pengetahuan sosial tersebut kemungkinan dikembangkan metode baru, yaitu metode kualitatif. Istilah ilmiah itu berkembang sehingga mengandung konotasi pengertian:
1. Kerangka berpikir
2. sumber nilai
3. orientasi arah

2. Pancasila sebagai paradigma pembangunan iptek
Pembangunan nasional adalah upaya bangsa untuk mencapai tujuan nasionalnya sebagaimana dalam UUD 1945. Pada hakikatnya pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung arti bahwa segala aspek pembangunan harus mencerminkan nilai-nilai pancasila. Fungsi iptek hanyalah sebagai pengolah kekayaan yang merupakan milik tuhan itu untuk kepentingan, kesejahteraan manusia oleh sebab itu usaha-usaha iptek harus mengikuti nilai-nilai dan moral ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber ilmu, kerangka berpikir serta asas moralitas bagi pembangunan iptek.

Ø  Sila ke 1: mengimplementasikan iptek, ...................antara rasional dan irasional,  antara akal, rasa, dan kehendak.
Ø  Sila ke 2: memberikan dasar-dasar molaritas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek harus secara beradab
Ø  Sila ke 3: memberikan kesadaran kepada bangsa indonesia bahwa rasa nasionalisme bisa terwujud akibat dari sumbangan iptek
Ø  Sila ke 4: ini dapat mendasari pemikiran manusia secara bebas untuk mengkaji dan mengembangkan iptek
Ø  Sila ke 5:  kemajuan iptek harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.

Pancasila adalah dasar negara, kemudian pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat  indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional dengan memanfaatkan kemajuan iptek serta memperhatikan tantangan perkembangan global. Kedudukan pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional harus memperhatikan konsep berikut ini;
1.      Pancasila harus menjadi kerangka kognitif dalam identifikasi diri sebagai bangsa
2.      Pancasila sebagai landasan pembangunan nasional
3.      Pancasila merupakan arah pembangunan nasional, proses pembangunan nasional tidak terlepas dari kontrol nilai dan pancasila
4.      Pancasila merupakan etos pembangunan nasional
5.      Pancasila sebagai moral pembangunan

Pembangunan dalam perspektif pancasila adalah pembangunan yang arah nilai-nilai kemanusiaan sebagai core values (nilai-nilai budaya inti). Pembangunan harus dapat memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini.
1.      Hormat kepada keyakinan religius setiap orang
2.      Hormat terhadap keyakinan martabat manusia sebagai pribadi atau subjek
3.      Kesatuan sebagai bangsa yang melayani segala bentuk sektarianisme
4.      Nilai-nilai yang terkait dengan demokrasi konstitusional dan kewajiban kewarganegaraan.
5.      Keadilan sosial yang mencakup persamaan dan pemerataan

3.     Pancasila sebagai paradigma pengembangan ideologi, politis ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan
a.       Pengembangan ideologi
Dalam pengembangan pancasila sebagai ideologi harus memandang sebagai ideologi yang dinamis, dan mengikuti perkembangan zaman.

1.      Pancasila sebagai ideologi terbuka
Nilai-nilai dalam ideologi pancasila di rumuskan dengan UUD 1945, hal ini tidak dapat berubah dengan gampang karena merupakan tolak ukur stabilitas dan dinamika.

2.      Wawasan kebangsaan (nasionalisme)
Konsep negara dapat kita rangkum dalam pembukaan UUD 1945. Negara adalah keadaan kehidupan berkelompoknya bangsa indonesia, yang:
1.      Atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa, dan
2.      Di dorongkan oleh keinginan luhur bangsa, untuk
3.      Berkehidupan yang bebas, dalam arti
4.      Merdeka, berdaulat, bersatu, adil, makmur
5.      Berdasarkan pancasila

b.      Pengembangan politik
Landasan: kekuasaan dan kedaulatan berada di tangan rakyat. Dalam usaha membangun kehidupan politik, mka beberapa unsur yang perlu di kembangkan dan di tingkatkan adalah:
1.      Sistem politik nasional yang berkedaulatan rakyat, demokratis dan terbuka
2.      Kemandirian parpol yang memperjuangkan kepentingan rakyat
3.      Pendidikan politik bagi masyarakat untuk mengembangkan budaya demokratis
4.      Pemilu yang lebih berkuaitas
Tiga aspek demokrasi yang harus dikembangkan adalah
ü  Demokrasi sebagai pemerintahan
ü  Demokrasi sebagai kebudayaan politik
ü  Demokrasi sebagai stuktur organisasi
c.       Pengembangan sosial budaya
Pancasila dapat menjadi kerangka referensi identifikasi diri jika pancasila semakin credible yaitu bahwa masyarakat mengalami secara nyata realisasi dari prinsip-prinsip yang terkandung dalam pancasila. Usaha yang dilakukan melalui:
a)      Di hormati martabatnya sebagai manusia
b)      Diperlakukan secara manusiawi
c)      Mengalami solidaritas sebagai bangsa
d)     Memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam politik
e)      Merasakan kesejahteraan yang layak

d.      Pengembangan ekonomi
Pengembangan dan peningkatan mutu SDM terdiri atas beberapa kriteria kualitas SDM yang di butuhkan adalah sbb:
1)      Memiliki kemampuan dasar untuk berkembang
2)      Mampu menggunakan iptek untuk mengolah SDA
3)      Memiliki etos kerja profesional

e.       Pengembangan hankam
 Pembangunan nasional tidak terlepas dari ketahanan nasional yaitu perwujudan cita-cita bangsa dalam tingkat ketahanan nasional yang terjabar sbb: nilai-nilai fundamental yang menyangkut pribadi warga negara, sistem kehidupan masyarakat, interaksi antara pribadi-pribadi warga negara dengan sistem kehidupan masyarakat.

B.   Aktualisasi pancasila dalam kehidupan
1.Pemahaman aktualisasi                                                                                                       Aktualisasi adalah sesuatu mengaktualkan .dalam masalah ini dalam bagaimana nilai-nilai pancasila itu benar-benar dapat tercermin dalam sikap dan perilaku dari seluruh warga.mulai dari aparatur dan pemimpin nasional sampai kepada rakyat biasa. Aktualisasi nilai-nilai pancasila dalam kehidupan masyarakat ,berbangsa,bernegara memerlukan kondisi dan iklim yang memungkinkan segenap lapisan masyarakat yang dapat mencerminkan nilai-nilai pancasila itu dan dapat terlihat dalam perilaku sesungguhnya .


Merealisasikan pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,bernegara dapat di lakukan dengan cara sbb:
1)      Aktualisasi pancasila secara objektif
Yaitu melaksanakan pancasila dalam setiap aspek penyelenggaraan negara,meliputi bidang legislatif,eksekutif,dan yudikatif dan dalam kehidupan kenegaraan lainnya
2)      Aktulisasi pancasila secara subjektif
Yaitu pelaksanaan pancasila dalam setiap pribadi,perseorangan,warga negara,dan penduduk.

2.Tridarma perguruan tinggi
Perguruan tinggi bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau menciptakan iptek dan kesenian,meningkatkan skill yang dimiliki untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat,dan memperkaya kehidupan nasional.
Tri darma perguruan tinggi : pendidikan ,penelitian dan pengabdian .hampir semua perguruan tinggi yang di bangun berorientasi pada pelayanan yang merupakan teaching university.Perguruan tinggi menghasilkan  lulusan atau sarjana yang melayani masyarakat.Perguruan tinggi indonesia masih tertinggal dalam misinya sebagai penelitian dan juga merupakan tempat pertemuan utama dari berbagai kelompok yang merupakan simbol dan kenyataan.

3.Budaya akademik
a.Pemahaman
Akademi mencakup pengertian kegiatan intelektual yang bersifat reflektif,kritis,dan sistematis.Dalam kaitanya dengan nilai-nilai pancasila ruang lingkup pemikiran akademik menurut Pranaika (1985:37-375) adalah sbb: pertama,pancasila sebagai data empiris yaitu sebagai ideologi,dasar negara,dan sumber hukum.

Kedua,mengungkapkan ajaran yang terkandung dalam pancasila. Ketiga,renungan reflesif dan sistematis mengenai pancasila. Keempat,studi perbandingan ajaran pancasila dengan ajaran lain .Kelima ,pengolahan ilmiah mengenai pelaksanaan pancasila.

            b. Kebebasan akademik
            sesuai dengan ketentuan dalam PP no.30 1990 tentang pendidikan tinggi menegaskan kebebasan akademik dan otonomi keilmuan sbb:
1.      kebebasan akademik merupakan kebebasan yang dimiliki anggota akademik untuk secara bertanggung jawab.
2.      Kebebasan mimbar akademik berlaku sebagai bagian dari kebebasan akademik
3.      Otonomi keilmuan merupakan kegiatan keilmuan yang berpedoman pada norma
4.      Kampus sebagai moral force,pengembangan hukum dan ham
a.       Kampus dan politik
Kampus sebagai arena politik diawali setelah indonesia merdeka karena dengan perkembangan politik untuk menolak terhadap sisa kekuatan kolonial dalam bidang ilmu terhadap perguruan tinggi.
b.      Kampus dan dominasi
Gerakan kampus yang sudah dianggap membahayakan kebijakan nasional, yaitu stabilitas politik dan proses pembangunan nasional dengan melakukan interprasi yang bersifat kebirokrasian dan pembenahan politik yang melibatkan kehidupan kampus
c.       Pembangunan hukum
Reformasi menyeluruh yang di kehendaki oleh semua lapisan masyarakat dewasa ini adalah tuntutan agar kedaulatan rakyat dalam penyelenggaraan RI di tegakkan. permasalahan yang aktual tentang hukum di indonesia yang mendesak untuk di carikan solusinya adalah masalah indenpedensi institusi lembaga peradilan, law inforcement dan masalah ham
d.      Pembangunan ham
Penegakkan ham, khususnya untuk menyatakan apa yang dianggap benar, seharusnya menjamin bahwa kemakmuran yang di peroleh oleh suatu negara secara nyata dimana rakyat kecil dapat menikmatinya.
           
BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan  dan saran
          Setelah kita membaca dan mempelajari isi makalah ini kita dapat menyimpulkan bahwa pancasila terbentuk itu mempunyai sejarah yang cukup panjang. Mulai dari pembentukan BPUPKI,PPKI,Panitia kecil,piagam jakarta hingga terbentuknya ideologi bangsa kita tercinta ini. Dan juga kami selaku pembuat makalah sangat mengharapkan agar para pembaca bukan hanya membacanya saja tetapi bagaimana cara kita memahami dan menerapkan konsep pancasila itu dalam kehidupan kita sehari-hari.
            Akhir kata saya ucapkan terima kasih.
  
DAFTAR  PUSTAKA

Syarbaini,  Syahrial.  2002.  Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi. Bogor  Selatan: Ghalia Indonesia.
Toyibin M. Aziz,  Djahiri A. Kosasih. 1997. Pendidikan Pancasila. Jakarta : PT Rineka Cipta.