Rabu, 12 September 2018

EKONOMI DAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN



EKONOMI DAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN



Disampaikan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat
Menempuh Mata Kuliah Ekonomi dan Pembiayaan Pendididkan
Program Studi MagisterAdministrasi Pendidikan
PPs FKIP Universitas Bengkulu Semester 2 Tahun Akademik 2013/1014
Dosen Dr. Zakaria, M.Pd


 






Oleh

JON SASTRO
A2K012115


PROGRAM STUDI
MAGISTER ADMINISTRASI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA FKIP
UNIVERSITAS BENGKULU
2014



1)    Definisi ekonomi pendidikan
Ekonomi pendidikan adalah cabang teori ekonomi dan investivigasi yang telah berkembang pesat sejak 1960-an dan memiliki sejarah yang panjang.
Menurut Elchnan Cohn (1979) adalah suatu studi tentang bagaimana manusia, baik secara perorangan maupun di dalam kelompok masyarakatnya membuat keputusan dalam rangka mendayagunakan sumber-sumber daya yang terbatas agar dapat menghasilkan berbagai bentuk pendidikan dan latihan, pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan, pendapat, sikap dan nilai-nilai khususnya melalui pendidikan formal, serta bagaimana mendiskusikannya secara merata (equal) dan adil (equality) di antara berbagai kelompok masyarakat”.
Ekonomi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari tentang cara terbaik dalam mengalokasikan sumberdaya pendidikan yang terbatas (terutama dana) antar jalur, jenis, jenjang pendidikan baik negeri maupun swasta; antar jenjang pemerintah-an (pusat, propinsi, dan kabupaten/kota) serta satuan pendidikan; antar kategori input (pendidik, sarpras, dsb.); dan antar daerah (propinsi, kabupaten/kota).
Ekonomi pendidikan adalah aktivitas pemenuhan tuntutan permintaan kebutuhan manusia terdidik melalui belajar yang harus dibiayai.
Dari beberapa pengertian di atas dapat saya simpulkan bahwa ekonomi pendidikan adalah cara manusia dalam memanfaatkan sumber daya pendidikan sebaik mungkin untuk memenuhi tuntutan kebutuhan manusia itu sendiri melalui pendidikan.

2)    Karena dari segi ekonomi pendidikan itu sangat mahal, dalam membiayai pendidikan dari jenjang yang paling bawah sampai yang paling tinggi harus watmi atau kuat ekonomi, oleh karena itu orang Indonesia selalu mempertimbangkan jika ingin berinvestasi dalam bentuk pendidikan. Padahal pendidikan merupakan sektor unggulan untuk merubah dan memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat suatu kaum pada kehidupan bernegara.

3)    Pendidikan sebagai  investasi diharapkan menghasilkan banyak manfaat. Pendidikan  harus memberikan hasil terbaik, tetapi biaya yang dikeluarkannya  harus sekecil mungkin, namun produktivitas SDM harus berkualitas dan memberikan nilai tinggi pada perbaikan kehidupannya, keluarganya, masyarakat bangsa dan negara. Hal ini lah yang tidak di pertimbangkan oleh pemerintah, karena yang terjadi malah sebaliknya, pendidikan mahal, dan tidak berkualitas ini dapat merugikan suatu Negara, sebenarnya ada apa dengan Negara kita saat ini. Inilah yang harus jadi pertimbangan untuk Negara kita masalah pendidikan.

4)     Konsep human capital sangat penting kaitannya antara pendidikan, produktivitas kerja dan pertumbuhan ekonomi. Teori human capital menganggap bahwa tenaga kerja merupakan pemegang kapital yang tercermin dalam keterampilan, pengetahuan, dan produktivitas kerjanya. Jika tenaga kerja merupakan pemegang kapital, orang dapat melakukan investasi untuk dirinya dalam rangka memilih profesi atau pekerjaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Dan inilah yang menjadi agenda pwnting dari seorang manejer pendidikan.
Jadi strategi untuk menjadi human capital yang hebat cukup dengan mampu berfikir cerdas bagaimana cara berinvestasi dan konsumsi untuk jangka pendek, jangka menengah ban jangka panjang.

5)    Saya setuju dengan pendapat Schultz bahwa Konsep modal manusia mengakui bahwa tidak semua tenaga kerja sama dan bahwa kualitas karyawan dapat ditingkatkan dengan berinvestasi di dalamnya. Pendidikan, pengalaman dan kemampuan seorang karyawan memiliki nilai ekonomi bagi pengusaha dan untuk istilah ini pada tahun 1960 untuk mencerminkan nilai kapasitas manusia. Dia percaya modal manusia seperti jenis lain dari modal, itu bisa diinvestasikan dalam melalui pendidikan, pelatihan dan manfaat yang disempurnakan yang akan mengarah pada peningkatan kualitas dan tingkat produksi.
Jadi berinvestasi melalui pendidikan, pengalaman dan pelatihan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja dan dapat memperbaiki daya produksinya dan memperbaiki perekonomian mereka sebagai human capital.

6)    Dari masalah diatas yaitu yang pertama terbatasnya kesempatan kerja, kedua rendahnya kualitas angkatan kerja, ketiga yaitu besarnya pengangguran, yang ke empat yaitu globalisasi arus barang dan jasa. Untuk mengatasi masalah di atas sangat simple yaitu melalui pendidikan, karena pendidikan telah diposisikan sebagai proses yang paling efektif dalam merubah  keadaan seseorang atau masyarakat, organisasi menuju kepada kondisi yang lebih baik sesuai dengan keinginannya.
Pendidikan sebagai  investasi diharapkan menghasilkan banyak manfaat diantaranya melahirkan manusia yang :
1.    Beriman  dan bertaqwa
2.    Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi
3.    Tenaga terampil dalam semua bidang dan tingkatan pekerjaan dunia industri dan jasa.
4.    Dapat memelihara dan mengembangkan  budaya bangsa.
5.    Pekerja keras, disiplin dan profesional.
6.    Dapat menggerakan inovasi masyarakat dengan berbagai kreativitasnya.
7.    Memelihara dan menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa.
8.    Manusia yang susila, cakap dan demokrasi.
Sehingga dengan SDM yang berpendidikan akan mampu menciptakan angkatan kerja yang berkualitas, jadi dapat mengurangi pengangguran Karena kesempatan kerja atau peluang kerja terbuka lebar, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaa dan yang terakhir dengan SDM yang berkualitas kita akan mampu menghadapi serta beradaptasi dengan globalisasi arus barang dan jasa seperti pasar bebas.

7)    Investasi pendidikan itu betul-betul menguntungkan jika dengan pendidikan itu sendiri mampu menciptakan SDM yang berkualitas seperti: Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tenaga terampil dalam semua bidang dan tingkatan pekerjaan dunia industri dan jasa, pekerja keras, disiplin dan professional, dan dapat menggerakan inovasi masyarakat dengan berbagai kreativitasnya. sehingga dengan investasi pendidikan dapat menjadikan manusia lebih berdaya,  lebih banyak memiliki  kemampuan untuk berkarya, lebih mampu dalam memecahkan segala  kesulitan hidup, dan jalan untuk memperoleh penghidupan yang lebih  layak.
Tetapi investai pendidikan itu dapat merugikan jika suatu Negara itu kurang menghargai SDM nya sendiri, seperti penempatan yang tidak sesuai dengan kemampuannya, bahkan kompensasi yang tidak sesuai. Hal ini lah yang mengakibatkan masyarakat enggan untuk berinvestasi pendidikan. Sehingga merugikan Negara itu sendiri.

8)    Pesan yang dapat saya ambil dari system pendidikan jarak jauh yaitu, untuk mengenyam pendidikan, terutama jenjang pendidikan menengah dan tinggi tidak selalu harus pergi ke sekolah atau kampus, yang berdaya tampung sangat terbatas. Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan pemanfaatan jaringan internet maupun intranet, dimungkinkan untuk bisa memperoleh pendidikan jarak jauh. Atau, apa yang disebut dengan pendidikan jarak jauh on-line.
Pendidikan jarak jauh on-line melalui internet ini sangat tepat untuk diterapkan di Indonesia. Mengingat luas Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan jumlah penduduk yang sangat banyak, tidak mungkin tertampung di sekolah atau universitas yang sudah ada sekali pun. Dengan sarana pendidikan seperti ini dimungkinkan pencapaian upaya pemerataan distribusi pendidikan ke seluruh wilayah Tanah Air.
Sehingga masyarakat yang berada di pedesaan tidak usah jauh-jauh datang ke kota hanya untuk mendapatkan pendidikan. Mereka cukup duduk di depan komputer dan dengan jari-jari bisa belajar dengan membuka internet.

9)    Ya, jelas. Kita masih layak mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa berinvestasi pendidikan itu penting karena Pendidikan merupakan proses yang paling efektif dalam merubah  keadaan seseorang atau masyarakat, organisasi menuju kepada kondisi yang lebih baik sesuai dengan keinginannya. Pendidikan memberikan  keuntungan ganda, yaitu meningkatkan nilai harga diri dan kemampuan produktivitas. Hanya saja Negara kita kurang menghargai sumber daya manusia yang ada, serta kurangnya lapangan pekerjaan yang mengakibatkan pengangguran dimana-mana.

10)  Aspek equity sangat penting diperhitungkan di dalam pendidikan karena pendidikan merupakan investasi jangka menengah dan jangka panjang dengan hasil yang tinggi salah satunya yang merupakan saham. Jika tidak ada investasi pendidikan maka Negara tidak akan mengalami kemajuan, bahkan akan mengalami kemunduran dan kehancuran, karena tidak memilki equlity dalam bentuk pendidikan, yaitu modal investasi jangkah menengah dan jangka panjang.


11)  Salah satu strategi dalam berinvestasi adalah dengan cara berinvestasi dalam bentuk pendidikan, raih lah pendidikan setinggi mungkin karena dengan pendidikan kita bisa memperbaiki perekonomian bangsa meningkatkan drajat Negara. Investasi SDM  menjadikan seseorang mempunyai kebebasan memilih keahlian jenis pekerjaan yang akan dijalaninya. Coba bayangkan apa jadinya jika kita tidak berpendidikan, kita tidak akan memiliki keahlian apapun, sehingga kita hanya bisa di kendalikan oleh orang lain. Bahkan jika tidak memiliki SDM yang berkualitas di era globalisasi saat ini Negara kita bisa akan di jajah lagi dan di kuasai oleh Negara lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar