Kamis, 13 September 2018

MODEL MENAJEMEN MADRASAH BERBASIS LINGKUNGAN HIDUP UNTUK MENGATASI KEKURANGSTANDARAN KESISWAAN DI MI AL-ISLAM KOTA BENGKULU



MODEL MENAJEMEN MADRASAH BERBASIS LINGKUNGAN HIDUP UNTUK MENGATASI KEKURANGSTANDARAN KESISWAAN
DI MI AL-ISLAM  KOTA BENGKULU

LAPORAN INDIVIDU
Disampaikan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat
Menempuh Mata Kuliah Manajemen Satuan Pendidikan
Program Studi Magister Administrasi Pendidikan
PPs FKIP Universitas Bengkulu Semester 3 Tahun Akademik 2013/1014
Dosen Pengampu
Prof. Dr. Rambat Nur Sasongko
Dr. Zakaria, M.Pd





Oleh

JON SASTRO
A2K012115


PROGRAM STUDI
MAGISTER ADMINISTRASI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCA SARJANA FKIP
UNIVERSITAS BENGKULU
2014





KATA PENGANTAR
Bismillahirramanirrahim

Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis berhasil menyelesaikan Laporan ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul Model Menajemen Madrasah Berbasis Lingkungan hidup Untuk Mengatasi Kekurangstandaran Kesiswaan, Di Mi Al-Islam  Kota Bengkulu.
Laporan ini berisikan tentang bagaimana solusi untuk mengatasi kekurangstandaran kesiswaan, melalui model manajemen madrasah berbasis lingkungan hidup.  Diharapkan laporan ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Manajemen Satuan Pendidikan.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini.
Dalam penulisan laporan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada dosen mata kuliah Prof. Dr. Rambat Nur Sasongko dan Dr. Zakaria, M.Pd serta rekan-rekan seperjuangan di semester 3 Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tahun Akademik 2013/1014 serta keluarga besar Mi Al-Islam  Kota Bengkulu.
Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan laporan Ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin Ya robbal’Alamin.
Wassalamualaikum wr.wb

Bengkulu,      April 2014

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................  I
DAFTAR ISI ...........................................................................................................  II
BAB I. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang .............................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah ......................................................................................... 3
C.     Tujuan Pembahasan....................................................................................... 3
D.    Manfaat Pembahasan..................................................................................... 3

BAB II. KAJIAN PUSTAKA
A.    Deskripsi Teoritik..................................................................................................................... 5
B.     Pengembangan Model Manajemen................................................................ 9

BAB III. METODE PENERAPAN PENGEMBANGAN INOVASI
A.    Rancangan .................................................................................................... 12
B.     subyek ........................................................................................................... 12
C.     Langkah-langkah Penerapan.......................................................................... 12
D.    Teknik Pengumpulan Data............................................................................. 13
E.     Teknik Analisis Data ..................................................................................... 14

BAB IV. SIMPULAN DAN SARAN
A.    Hasil Penerapan Manjemen............................................................................ 15
B.     Pembahasan .................................................................................................. 16

BAB V. SIMPULAN DAN SARAN
C.     Simpulan........................................................................................................ 19
D.    Saran ............................................................................................................. 19

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 21
LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan yang bersih.
Karakter terbentuk dari kebiasaan hidup sehari-hari, agar terbina karakter yang lebih baik, perlu membiasakan/menanamkan nilai-nilai kebaikan terhadap warga sekolah. Program Jum’at Bersih adalah salah satu upaya membiasakan perilaku yang positif sehingga setiap warga sekolah peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Sekolah harus merasa terpanggil untuk membina seluruh warga sekolahnya agar saling peduli terhadap lingkungannya sehingga suasana yang asri, bersih, sejuk dapat terpelihara untuk mendukung berlangsungnya proses pembelajaran dengan baik”. Lebih lanjut program ini, jika di terapkan di sekolah-sekolah, tidak mustahil akan tercipta generasi Bangsa Indonesia yang cinta lingkungan, sadar lingkungan dan memiliki budaya peduli akan sampah dengan segala akibat yang ditimbulkan oleh sampah, seperti Banjir, bau busuk, penyakit dan timbunan sampah.
Dengan sendirinya, program Jum’at bersih ini menumbuh kembangkan karakter anak ataupun peserta didik agar peduli akan lingkungan sehat, sehingga motto yang pernah saya baca-pun terwujud, “Hari Ini Lebih Baik dari Hari Kemarin dan Hari Esok Lebih Cerah dari Hari Ini,” adapun tujuan Jum’at Bersih di lingkungan sekolah, jika benar-benar diterapkan disetiap sekolah adalah : peduli akan sampah, membiasakan peserta didik untuk tidak malu mengutip sampah, mendidik siswa/I agar tidak membuang sampah sembarangan, tetapi membuang sampah pada tempatnya, mengajarkan siswa/I agar membuang sampah pada tong sampah sesuai dengan jenis sampahnya dan yang lebih penting, mengajarkan peserta didik memiliki kesabaran dan kerendahan hati serta kemauan untuk membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampah yang akan dibuang, apakah sampah berjenis organic, anorganik dan sampah kertas yang dapat didaur ulang.
Perilaku yang baik akan tumbuh dari lingkungan sekolah, tujuan pendidikan harus merambah kearah pendidikan karakter yang berbasis lingkungan hidup. Sikap yang baik, menghargai lingkungan sekitar terutama saling menghargai sesama teman terutama menghargai guru harus ditumbuh kembangkan dari lingkungan sekolah, caranya sederhana : peserta didik kita arahkan, kita bina untuk mau menghargai lingkungan sekolah dengan cara membuat program Jum’at Bersih..
Program Jum’at Bersih dilakukan setiap hari Jum’at, kegiatan Kebersihan yang tujuan utamanya untuk membersihkan lingkungan sekolah ini di pimpin langsung oleh guru. Para sisiwa dikelompokkan sesuai dengan pembagian yang dilaksanakan oleh Tim Kebersihan, dimana kelompok tersebut terdiri dari 10 orang dan disebarkan di tempat-tempat yang rawan sampah. Di dalam sekolah, peserta didik di arahkan untuk membersihkan pekarangan sekolah, ruang kelasnya masing-masing, jendela, whiteboard, selokan air, WC, dan peserta didik diajarkan untuk memilah mana sampah organic dan mana sampah anorganik, peserta didik harus mampu membuang sampah sesuai dengan jenisnya pada tong sampah yang telah disediakan.
Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi model manajemen sekolah berbasis lingkungan hidup


B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan hal-hal yang akan menjadi bahan pembahasan dari makalah ini, yaitu:
1.      Bagaimana model menajemen madrasah berbasis lingkungan hidup untuk mengatasi kekurangstandaran kesiswaan di sekolah?
2.      Bagaimanakah implementasi model menajemen madrasah berbasis lingkungan hidup terhadap terwujudnya sekolah berbasis lingkungan hidup untuk mengatasi kekurangstandaran kesiswaan di sekolah?

C.     Tujuan Pembahasan
Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk merumuskan bagaimana model menajemen madrasah berbasis lingkungan hidup untuk mengatasi kekurangstandaran kesiswaan di sekolah.
2.      Untuk merumuskan bagaimana implementasi model menajemen madrasah berbasis lingkungan hidup terhadap terwujudnya sekolah berbasis lingkungan hidup untuk mengatasi kekurangstandaran kesiswaan di sekolah.

D.    Manfaat Pembahasan
Bagi Mahasiswa
1.      Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Administrasi Pendidikan UNIB dengan membuat laporan penenlitian secara ilmiah dan sistematis
2.      Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai model manajemen madrasah berbasis lingkungan hidup, serta untuk memperoleh pengalaman terhadap masalah manajemen pengelolaan sekolah yang di temukan dalam sekolah/madrasah


Bagi sekolah
1.      Terciptanya program 7 K yaitu kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban, kerindangan, kesehatan dan keamanan.

Bagi Siswa
1.      Tertanamnya cinta terhadap lingkungan
2.      Kenyamanan siswa dalam proses belajar dan pembelajaran






BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Deskripsi Teoritik

a.      Lingkungan Hidup
Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung (Pratomo, 2008).
Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika berada di sekolah, lingkungan biotiknya siswa, guru, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.
Secara khusus, sering digunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.Adapun menurut UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya (Pratomo, 2008)
Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.      Unsur Hayati (Biotik)
Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.
2.      Unsur Sosial Budaya
Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.
3.      Unsur Fisik (Abiotik)
Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati,perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.

b.      Kebijakan Sekolah Peduli Lingkungan hidup
Sehubungan dengan pengelolaan lingkungan hidup, paling tidak ada 2 aspek yang perlu diperhatikan yaitu infrastruktur sekolah dan kultur sekolah. Pertama, infrastruktur sekolah meliputi konstruksi bangunan yang berventilasi, jalan, listrik dan daya penerangan, telepon/fax, sumber dan instalasi air bersih, sarangan dan sarana pembuangan air limbah. Kedua, kultur sekolah, antara lain ;
  • Menerapkan 7 K yaitu kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban, kerindangan, kesehatan dan keamanan
  • Memiliki budaya yang ramah dan santun dengan nuansa kekeluargaan
  • Memenuhi standar sekolah sehat
  • Melaksanakan trias UKS (penyelenggaraan pendidikan kesehatan, penyelenggaraan pelayanan kesahatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah)
Untuk mewujudkan sekolah peduli lingkungan hidup, maka diperlukan partisipasi seluruh komponen dan stakeholders pendidikan untuk bersama-sama berikhtiar dan berkampanye peduli lingkungan hidup. Dimulai dari aspek ontology (keberadaan) sekolah yang sehat, epistemologis (bagaimana manajemen pengelolaan sekolah berbasis lingkungan hidup) dan aksiologis (kegunaan) lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang bertujuan untuk membangun kesadaran manusia berperilaku sehat dan peduli lingkungan hidup.

c.       Manajemen Lingkungan Hidup di Sekolah
Sekolah sebagai salah satu ruang pendidikan dan pembelajaran, tentu untuk melakukan upaya sadar dan penyadaran menjadi manusia seutuhnya, yang berakhlak mulia/beradab dan berbudaya, manusia yang berarti/berguna atau bermakna. Proses penyadaran tersebut memerlukan prakondisi lingkungan hidup yang kondusif bagi kesehatan baik secara lahiriah maupun batiniah.
Secara lahiriah berarti adanya sanitasi lingkungan hidup yaitu usaha kesehatan masyarakat yang menitik beratkan pada penguasaan terhadap berbagai faktor lingkungan hidup yang mempengaruhi derajat kesehatan. Sarana sanitasi antara lain ; ventilasi, suhu, kelembaban, kepadatan hunian, penerangan alami, konstruksi bangunan, sarangan pembuangan, sarana pembuangan kotoran manusia dan penyediaan air bersih (Azwar, 1990) . Dan secara batiniah dapat diukur dengan aspek perilaku peduli lingkungan hidup sehingga diperoleh suasana kenyamanan dalam melakukan proses pendidikan dan pembelajaran.
Derajat kesehatan berkaitan erat dengan hubungan timbal balik antara pembangunan ekologi, sosial dan ekonomi. Untuk itu perlu dikembangkan parameter, metode analisis dan sistem monitoring dampak kesekatan akibat pencemaran air. Penyediaan air bersih, sarana dan sarangan pembuangan air limbah merupakan sarana prasarana penting yang memerlukan standar kesehatan untuk menghindari pencemaran, penyakit dan bahan beracun/berbahaya.
Oleh karena itu, sanitasi di lingkungan sekolah perlu dipantau dan dikendalikan sedemikian rupa sesuai dengan manajemen pengelolaan yang memadai yaitu dengan teknologi pengelolaan air limbah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dan untuk melakukan pemantauan atau pengendalian dampak kegiatan, produk dan jasa aspek-aspek lingkungan dalam penerapan manajemen lingkungan hidup di sekolah, maka paling tidak ada 2 (dua) sistem manajemen lingkungan hidup yang perlu diperhatikan dengan seksama yaitu manajemen strategi pengelolaan lingkungan hidup dan manajemen personalianya.

d.      Sekolah Berbasis Lingkungan Hidup
Sekolah berbasis lingkungan hidup merupakan  salah satu program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam pelaksanaannya Kementrian Negara Lingkungan Hidup bekerjasama dengan para steakholder, menggulirkan program sekolah berbasis lingkungan hidup dengan harapan dapat mengajak warga sekolah melaksanakan proses belajar mengajar materi lingkungan hidup dan turut berpartisipasi melestarikan serta menjaga lingkungan hidup di sekolah dan sekitarnya.
Tujuan sekolah berbasis lingkungan hidup adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan utama sekolah berbasis lingkungan hidup adalah mewujudkan kelembagaan sekolah yang peduli dan berbasis lingkungan hidup bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia.
Keuntungan sekolah berbasis lingkungan hidup adalah :
1.      Meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah dan penggunaan berbagai sumber daya;
2.      Meningkatkan penghematan sumber daya melalui pengurangan konsumsi berbagai sumber daya dan energi;
3.      Meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi semua warga sekolah;
4.      Menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah;
5.      Meningkatkan upaya menghindari berbagai resiko dampak lingkungan negatif dimasa yang akan datang;
6.      Menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar;
7.      Mendapat penghargaan dari pemerintah dalam bentuk Adiwiyata.

B.     Pengembangan Model Manajemen
a)      Latar Belakang
·         Pengelolaan kesiswaan, yang kurang memenuhi SPM(Sekolah Kurang Standar)
·         Sekolah yang Kurang Standar dalam kesiswaanan menyebabkan kurangnya kesadaran siswa terhadap lingkungan
·         Keterpenuhan SPM memerlukan Manajemen Pendidikan yang Khas dengan manajemen berbasis lingkungan hidup
·         Diduga menajemen Sekolah Berbasis Lingkungan hidup adalah solusi yang tepat dalam mengatasi kekurangstandaran kesiswaan,

b)     Definisi
Model Manajemen madrasah Berbasis Lingkungan hidup dalam mengatasi kekurangstandaran dalam pengelolaan kesiswaan, adalah  suatu proses merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memonitoring, dan memberikan evaluasi adanya informasi yang diberikan kepada seluruh warga sekolah dengan melibatkan lingkungan yang dampaknya dapat merubah sikap dan tindakan guru, komite sekolah, dan siswa terhadap lingkungan sekolah serta memberikan sesuatu untuk perbaikan pendidikan untuk kemudian mengambil tindak lanjut agar pengelolaan sekolah dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

c)      Tujuan Pembahasan dan Manfaat
·         Model ini ditunjukan untuk mengatasi permasalahan ketidaksetaraan kesiswaan
·         Manfaat:
1.      SPM Sekolah dapat Terpenuhi
2.      Sekolah memiliki Potensi untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan
3.      Sekolah mampu bersaing dengan sekolah negeri untuk merebut penghargaan ADIWIYATA

d)     Langkah-Langkah Kegiatan
1.      Perencanaan                     
·         Analisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi serta perumusan program pengatasan masalah ketidakstaraan kesiswaan
·         Mengemukakan program-program yang dapat dijadikan sebagai alternatif pemecahan masalah yang dihadapi oleh sekolah.
2.      Pengorganisasian              
·         Membentuk tim kerja yang disertai dengan tupoksi yang jelas dan tegas.
·         Masing-masing unit kerja membuat program kerja dengan model manajemen berbasis lingkungan hidup dan disertai mekanisme dan jadwal pelaksanaan.
·         Sosialisasi program oleh tim pelaksana kepada warga sekolah
3.      Pelaksanaan
·         menerapkan pengatasan masalah (ketidakpenuhan SPM) melalui model manajemen berbasis lingkungan hidup  dengan memperdayakan siswa secara opimal


4.      Monev
·         Pengumpulan data /informasi tentang program yang sedang dan akhir
5.      Refeklsi dan Modifikasi  
·         Analisis monev, perbaikan, dan peningkatan program berikutnya

e)      Sistem Sosial
·         Pelaksana        : Guru
·         Subyek            : Siswa

f)       Prinsip Penerapan
·         Orientasi Kepada Pengatasaan Masalah (Memenuhi SPM) tentang model manajemen berbasis lingkungan hidup
·         Pemberdayaan siswa terhadap kepedulian lingkungan
·         Jaminan Mutu
·         Terbuka,akuntabilitas,efektif dan Efisien

g)      Sistem Pendukung
·         SK Tim Pegentasan
·         Penyediaan Fasilitas (Sarana Tulis)

h)     Evaluasi
·         Prosedur: awal(evaluasi terhadap kondisi awal)akhir(evaluasi terhadap kondisi akhir setelah diberikan perlakuan/bantuan)
·         Jenis: Penelitian Tindakan
·         Pedoman Evaluasi :  (terlampir)
·         Indikator Keberhasilan: keterpenuhan standar kesiswaan terpenuhi 90%


BAB III
METODE PENERAPAN PENGEMBANGAN INOVASI

Pada hakekatnya penelitian tindakan merupakan suatu kegiatan yang meliputi : Perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Tujuannya untuk memecahkan masalah yang ada dan memperbaiki proses belajar mengajar yang kurang tepat serta meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya dan mutu pendidikan pada umumnya.

A.    Rancangan
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan. Menurut Arikunto (2006) penelitian tindakan merupakan kegiatan perbaikan, digarap secara sistemik untuk meningkatkan yang sudah ada, bukan teoritik tetapi berpijak kepada kondisi.

B.     Subyek
Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa yang ada di sekolah tersebut terutama yang melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar di pagi hari.

C.    Langkah-langkah Penerapan
  1.  Perencanan ( Planning )
            Pada tahap perencanaan peneliti menyusun pencanaan tindakan penelitian yaitu :
a.       Mengadakan sosialisasi tentang pentingnya lingkungan sehat.
b.      Membuat instrument penelitian
c.       Mempersiapkan jadwal kegiatan  untuk observasi
d.      Membuat lembar observasi untuk memantau kegiatan proses penelitian.



2.   Pelaksanaan tindakan ( Acting )
Penelitian tindakan ini dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah dipersiapkan. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan guna mengatasi kekurangstandaran kesiswaan.
Penelitian tindakan ini  dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus pertama dilaksanakan guna mengatasi kekurangstandaran kesiswaan. Sedangkan siklus kedua dilaksanakan untuk memperbaiki segala sesuatu yang berhasil pada siklus pertama.
3.   Observasi ( observing )
Kegiatan observasi dilaksanakan secara bersama dengan guru – guru yang bertindak sebagai observer. Dalam kegiatan observasi yang diamati adalah aktivitas siswa selama berada di lingkungan sekolah.
4.   Refleksi ( Reflecting )
Pada tahap refleksi peneliti mengkaji dan menganalisa proses kegiatan jum’at bersih berlangsung, aktivas guru dalam mengarahkan siswa, aktivitas siswa dan mengevaluasi dari hasil penelitian dan memberikan solusi agar hasil yang belum baik menjadi lebih optimal.

D.    Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
a.       Kuesioner (angket)
kuesioner diberikan kepada guru tertentu seperti kepala sekolah dan wakil-wakil kepala sekolah MI AL-Islam Kota Bengkulu. Jenis kuisioner yang di berikan adalah kuisioner tertutup. Setiap jawaban disediakan alternative jawaban yang terdiri dari (a) tidak setuju, (b) setuju, (c) sangat setuju, (ragu-ragu)
b.      Observasi
Observasi dilakukan sebagai salah satu teknik untuk melengkapi data mengenai Model Menajemen Madrasah Berbasis Lingkungan hidup Untuk Mengatasi Kekurangstandaran Dalam Kesiswaan, Di Mi Al-Islam  Kota Bengkulu. Menurut Arikunto (2006) menjelaskan observasi merupakan proses menatap kejadian, gerak atau proses.
c.       Wawancara
Moleong (2002) menjelaskan pengertian wawancara yaitu merupakan percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan dua orang fihak yaitu pewancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai memberikan jawaban atas pertanyaan itu.

E.     Teknik Analisis Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
1.      Analisis data sebelum di lapangan
2.      Analisis data selama di lapangan
3.      Analisis data setelah di lapangan
4.      Dan analisis data melalui hasil dari kuisioner dan wawancara







BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Penerapan Model Manajemen Berbasis Lingkungan hidup
dalam menerapkan model menajemen madrasah berbasis lingkungan hidup untuk mengatasi kekurangstandaran kesiswaan, Program Jum’at Bersih sukses di laksanakan di Sekolah MI Al-Islam Kota Bengkulu, karena telah mampu menciptakan sekolah maupun warga sekolah MI Al-Islam Kota Bengkulu menjadi sekolah yang mampu bersaing dengan sekolah lainnya untuk merebutkan penghargaan ADIWIYATA tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional. Program Jum’at Bersih dilakukan setiap hari Jum’at, kegiatan Kebersihan yang tujuan utamanya untuk membersihkan lingkungan sekolah ini di pimpin langsung oleh guru-guru. Dan sekolah ini dapan mewujudkan program 7 K yaitu kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban, kerindangan, kesehatan dan keamanan
Para sisiwa dikelompokkan sesuai dengan pembagian yang dilaksanakan oleh Tim Kebersihan, dimana kelompok tersebut terdiri dari beberapa orang dan disebarkan di tempat-tempat yang rawan sampah, mulai dari lingkungan sekolah hingga lingkungan luar sekolah. Kebetulan sekolah kami berada di pemukiman warga, jadi lingkungan luar sekolah  juga menjadi prioritas utama dalam hal Jum’at bersih, dimana siswa/I atau peserta didik diarahkan untuk memungut sampah. Di dalam sekolah, peserta didik di arahkan untuk membersihkan pekarangan sekolah, ruang kelasnya masing-masing, jendela, whiteboard, selokan air, WC, dan peserta didik diajarkan untuk memilah mana sampah organic dan mana sampah anorganik, peserta didik harus mampu membuang sampah sesuai dengan jenisnya pada tong sampah yang telah disediakan.
Kegiatan ini terbukti mampu memupuk kesadaran warga sekolah untuk membuang sampah tepat pada tempatnya, tidak malu membuang sampah yang dilihat atau dijumpai saat jalan kaki. Attitude seperti ini otomatis akan meningkatkan IQ peserta didik dan EQ peserta didik terhadap lingkungan yang berimbas pada sikap sopan santun terhadap guru, sikap menghargai guru dan sikap saling mengingatkan teman agar tidak membuang sampah pada tempatnya.
B.     Pembahsan
a.      Penerapan model menajemen madrasah berbasis lingkungan hidup
Penerapan model menajemen madrasah berbasis lingkungan hidup di sekolah didasari oleh kebijakan lingkungan hidup, yakni pernyataan lembaga sekolah tentang keinginan dan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan kinerja lingkungan hidup secara keseluruhan. Kebijakan tersebut merupakan kerangka tindakan dan penentuan sasaran serta target (objectives and targets). Menajemen puncak, dalam hal ini kepala sekolah, menetapkan kebijakan pendidikan lingkungan sekolah, struktur, dan tanggung jawab. Kebijakan pendidikan lingkungan di sekolah dilakukan melalui penerapan manajemen pendidikan lingkungan yang mengacu pada prinsip plan, do, check, dan action.
1.      Perencanaan (plan)
Dalam melakukan perencanaan pengelolaan lingkungan di sekolah diperlukan identifikasi aspek lingkungan, identifikasi peraturan perundang-undangan, penetapan tujuan dan sasaran lingkungan sekolah, dan penetapan program lingkungan untuk pencapaiannya.
2.      Pelaksanaan (do)
Untuk melaksanakan pendidikan lingkungan hidup pada sistem ini, sekolah mengembangkan kemampuan dan mekanisme yang diperlukan untuk mencapai kebijakan, tujuan, dan sasaran dapat dibuat untuk membentuk pola pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah. Mekanisme prinsip penerapan yang dibangun seperti disyaratkan, terdiri dari tujuh elemen, yaitu: (1) struktur dan tanggungjawab; (2) pelatihan, kepedulian dan kompetensi, (3) komunikasi; (4) dokumentasi dan pengendaliannya; (5) kesiagaan dan tanggap darurat.
3.      Pemeriksaan dan Tindakan Perbaikan
Pemeriksaan dan tindakan koreksi dilaksanakan oleh organisasi untuk mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja lingkungan hidup sekolah. Prinsip pemeriksaan dan tindakan koreksi terdiri dari empat elemen, yaitu pemantauan dan pengukuran, ketidaksesuaian, tindakan koreksi/pencegahan, rekaman, dan audit.
4.      Tinjauan Ulang Manajemen
Hasil dari proses pemeriksaan dan tindakan koreksi tersebut dijadikan masukan bagi manajemen dalam menerapkan prinsip pengkajian dan penyempurnaan, yaitu berupa kajian ulang manajemen yang dilaksanakan organisasi setiap enam bulan/ satu tahun sekali, atau bila dianggap perlu.

b.      implementasi model menajemen madrasah berbasis lingkungan hidup terhadap terwujudnya sekolah berbasis lingkungan hidup
1.       Pengembangan Kebijakan Sekolah
Untuk mewujudkan sekolah yang berbasis lingkungan hidup maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar sekolah berbasis lingkungan hidup yaitu partisipatif dan berkelanjutan. Visi dan misi sekolah berbasis lingkungan hidup memiliki indikator :
Ø  Mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan;
Ø  Mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat;
Ø  Pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.
2.       Adanya Kinerja Manajemen Lingkungan hidup di Sekolah
Kinerja Manajemen lingkungan hidup di sekolah dapat diukur melalui pengintegrasian materi lingkungan hidup dalam berbagai kegiatan, diantaranya :
a.       Memperingati dan berpartisipasi pada hari-hari besar lingkungan hidup, seperti :
Ø  Hari Pencanangan Satu Juta Pohon
Ø  Hari Kehutanan Sedunia
Ø  Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Ø  Hari Sampah



3.      Penampilan Sekolah
Dalam mewujudkan sekolah berbasis lingkungan hidup (sekolah yang menanamkan nilai-nilai lingkungan hidup kepada seluruh warga dan masyarakat sekitarnya) dapat dikembangkan untuk mengantisipasi berbagai macam persoalan lingkungan, khususnya kegiatan yang memiliki dampak atau akibat aktivitas kegiatan belajar mengajar yang ada di sekolah.
Penampilan sekolah berbasis lingkungan hidup secara umum dapat dinilai dari adanya :
Ø  Manajemen/ pengelolaan pemisahan sampah
Ø  Penyediaan tempat sampah yg terpisah organik dan anorganik (sampah basah-kering)
Ø  Sistim pengangkutan sampah (tersedia gerobak, TPS dll)
Ø  Ada kegiatan pengomposan dan pemanfaatan sampah (3R)
Ø  Ada tenaga kebersihan dan keterlibatan siswa dan guru dalam kebersihan sekolah
Ø  Green house, kebun sekolah, taman, hutan sekolah, dan tanaman penghijauan sebagai paru-paru sekolah
4.      Sikap dan Perilaku Warga Sekolah
Sikap dan perilaku warga sekolah terhadap lingkungan hidup merupakan nilai yang paling penting dalam mewujudkan sekolah berbasis lingkungan hidup. Pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup disekolah mempunyai sasaran meningkatkan kepedulian seluruh warga sekolah (kepala sekolah, tenaga administrasi, guru, dan siswa) terhadap lingkungan. Standar penilaian dapat dibuat sesuai kebutuhan sekolah. Sebagai contoh untuk menilai sikap dan perilaku siswa dengan kategori baik atau jelek dapat dilihat dari penampilan kelasnya. Jika kelas siswa kelihatan kotor, apakah akibat banyak kertas berserakan dan banyak coretan di dinding, kelasnya dapat dinilai bahwa siswa tersebut belum memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Demikian juga bagi guru, tenaga administrasi, dan kepala sekolah dapat dinilai dari ruang kerja masing-masing unit. Sedangkan mengukur keberhasilan (sikap dan perilaku) sekolah dalam mewujudkan sekolah berbasis lingkungan hidup dapat dinilai seluruh unsur (warga) yang ada di sekolah


BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

A.    Simpulan
Penelitian ini menunjukan bahwa Model Manajemen Pendidikan Berbasis Lingkungan hidup dapat di implementasikan di sekolah madrasah untuk menunjang keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sehingga Standar Pendidikan Minimum dapat terpenuhi salah satunya yaitu standar kesiswaan. Model Manajemen Pendidikan Berbasis Lingkungan hidup melibatkan partisipasi siswa dalam menciptakan lingkungan yang sehat dengan melakukan kegiatan jum’at bersih.
Dalam menerapkan model menajemen madrasah berbasis lingkungan hidup untuk mengatasi kekurangstandaran kesiswaan, Program Jum’at Bersih sukses di laksanakan di Sekolah MI Al-Islam Kota Bengkulu, karena telah mampu menciptakan sekolah maupun warga sekolah MI Al-Islam Kota Bengkulu menjadi sekolah yang mampu bersaing dengan sekolah lainnya untuk merebutkan penghargaan ADIWIYATA tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional.
Sehingga kegiatan ini terbukti mampu memupuk kesadaran warga sekolah untuk membuang sampah tepat pada tempatnya, tidak malu membuang sampah yang dilihat atau dijumpai saat jalan kaki. Attitude seperti ini otomatis akan meningkatkan IQ peserta didik dan EQ peserta didik terhadap lingkungan yang berimbas pada sikap sopan santun terhadap guru, sikap menghargai guru dan sikap saling mengingatkan teman agar tidak membuang sampah pada tempatnya.

B.     Saran
Berdasarkan simpulan di atas, maka penulis memberikan saran kepada pihak terkait:
            Pertama untuk sekolah agar mampu menambah fasilitas yang berhubungan dengan lingkungan hidup, seperti menambah tong sampah, mengadakan mesin pembuatan pupuk kompos serta mampu memanfaatkan lahan kosong untuk membuat TOGA
            Kedua untuk guru, diharapkan guru mampu membimbing atau memberi contoh kepada siswa tentang pentingnya lingkungan sehat, serta guru secara rutin memberikan sosialisasi kepada siswa tentang bagaimana cara hidup sehat, dan pentingnya mencintsi lingkungan sekolah.
Ketiga untuk siswa, jadi sebagai siswa mulailah tanamkan nilai budaya lingkungan sehat sehingga siswa jangan malu saat memungut sampah dan membuangnya sesuai dengan jenis sampahnya pada tong sampah yang telah disediakan.






DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Pendidikan Berbasis Lingkungan. Online: Tersedia. http://tabloid_info.sumenep.go.id. di browsing tanggal 4 April 2014

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta. Rinika Cipta

http://www.al-alauddin.com/2012/05/manajemen-lingkungan-pembelajaran. html#sthash. Xd9ywbAp.dpuf. di browsing tanggal 4 April 2014

Pratomo, Suko. 2008. Pendidikan Lingkungan. Bandung : Sonagar Press.

Sasongko, Rambat Nur dan Zakaria. 2014. Panduan Perkuliahan Manajemen Satuan Pendidikan. Bengkulu: Prodi MAP PPs FKIP Universitas Bengkulu






KUESIONER

Nama Guru               : Nurhayati, A.Ma
Jabatan                      : Guru
Hari dan tanggal       : 23 April 2014

v  Setelah Menerapkan Kegiatan Jum’at Bersih Apa Tanggapan Saudara
NO
PERTANYAAN
Ya
Tidak
1
Apakah menurut anda,lingkungan sekolah anda adalah lingkungan sekolah yang bersih ?
2
Apakah siswa anda sadar akan pentingnya kebersihan ?
3
Apakah masih ada siswa yang membuang sampah sembarangan ?
4
Apakah ada pemisahan antara sampah organik dan anorganik di sekolah anda ?
5
Apakah kebersihan lingkungan sekolah anda mempengaruhi konsentrasi belajar siswa ?
6
Apakah ada kebijakan sekolah terkait terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat ?
7
Apakah ada upaya pengelolaan fasilitas sanitasi untuk menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah anda ?
8
Apakah ada sanksi yang di berikan jika ada warga sekolah yang membuang sampah sembarangan ?
9
Apakah siswa anda pernah makan di kelas dan membuang bungkusnya di bangku ?
10
Apakah di sekolah anda ada kegiatan pengolahan sampah menjadi pupuk ?
11
Apakah toilet di sekolah anda terjaga kebersihannya ?
12
Apakah ada petugas khusus yang bertugas untuk mengolah sampah di sekolah anda ?
13
Apakah ada kegiatan penghijauan lingkungan di sekolah anda ?
14
Apakah ada petugas khusus yang membersihkan ruang kelas setiap hari ?
15
Apakah di sekolah anda ada fasilitas khusus untuk menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan ?



KUESIONER

Nama Guru               : Misna Paneti, S.Pd.I
Jabatan                      : Guru
Hari dan tanggal       : 23 April 2014

v  Setelah Menerapkan Kegiatan Jum’at Bersih Apa Tanggapan Saudara
NO
PERTANYAAN
Ya
Tidak
1
Apakah menurut anda,lingkungan sekolah anda adalah lingkungan sekolah yang bersih ?
2
Apakah siswa anda sadar akan pentingnya kebersihan ?
3
Apakah masih ada siswa yang membuang sampah sembarangan ?
4
Apakah ada pemisahan antara sampah organik dan anorganik di sekolah anda ?
5
Apakah kebersihan lingkungan sekolah anda mempengaruhi konsentrasi belajar siswa ?
6
Apakah ada kebijakan sekolah terkait terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat ?
7
Apakah ada upaya pengelolaan fasilitas sanitasi untuk menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah anda ?
8
Apakah ada sanksi yang di berikan jika ada warga sekolah yang membuang sampah sembarangan ?
9
Apakah siswa anda pernah makan di kelas dan membuang bungkusnya di bangku ?
10
Apakah di sekolah anda ada kegiatan pengolahan sampah menjadi pupuk ?
11
Apakah toilet di sekolah anda terjaga kebersihannya ?
12
Apakah ada petugas khusus yang bertugas untuk mengolah sampah di sekolah anda ?
13
Apakah ada kegiatan penghijauan lingkungan di sekolah anda ?
14
Apakah ada petugas khusus yang membersihkan ruang kelas setiap hari ?
15
Apakah di sekolah anda ada fasilitas khusus untuk menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan ?


CATATAN HASIL WAWANCARA
Nama Guru               : Nurhayati, A.Ma
Jabatan                      : Guru
Hari dan tanggal       : 23 April 2014

1.      Apa tanggapan anda terhadap kegiatan jum’at bersih di sekolah anda dalam menerapkan model menajemen madrasah berbasis lingkungan hidup untuk mengatasi kekurangstandaran kesiswaan?
Saya sangat setuju dengan program kegiatan jum’at bersih ini karena yang saya lihat anak-anak sudah mulai antusias terhadap kebersihan lingkungan, dan ada perubahan pada sekolah ini, yang pada mulanya sampah-sampah hanya di pungut oleh petugas kebersihan sekolah saja, sekarang semua warga sekolah terutama siswa turut peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah dengan membuang sampah sesuai dengan jenis sampahnya sehingga mereka tidak malu lagi untuk memungut sampah yang terlihat.

2.      Apakah dengan kegiatan jum’at bersih ini masalah yang dihadapi sekolah tentang kekurangstandaran kesiswaan sudah dapat teratasi?
Ya, sudah teratasi, karena program  ini mampu membentuk karakter anak untuk mencintai lingkungan, dan tidak perlu lagi menunggu petugas kebersihan untuk memungut sampah, sehingga program ini juga mempengaruhi proses belajar dan mengajar, guru dan siswa lebih nyaman berada di dalam kelas maupun di luar kelas dan sebagian besar sekarang anak-anak sudah mulai bisa membedakan mana sampah organic dan mana sampah anorganik





CATATAN HASIL WAWANCARA
Nama Guru               : Misna Paneti, S.Pd.I
Jabatan                      : Guru
Hari dan tanggal       : 23 April 2014

1.      Apa tanggapan anda terhadap kegiatan jum’at bersih di sekolah anda dalam menerapkan model menajemen madrasah berbasis lingkungan hidup untuk mengatasi kekurangstandaran kesiswaan?
Yaa, setuju sekali ibu, karena sekolah kan jadi bersih jadi ibu mengajarnya enak dan lebih nyaman, anak-anak pun  juga menyukai kelasnya bersih dan halaman sekolahnya bersih. Siswa ibu pun sekarang sudah rajin membuang sampah pada tempatnya, jadi tidak perlu lagi kita teriak-teriak untuk menyuruh anak memungut sampah, kalau bisa program ini setiap hari saja kita lakukan.

2.      Apakah dengan kegiatan jum’at bersih ini masalah yang dihadapi sekolah tentang kekurangstandaran kesiswaan sudah dapat teratasi?
Ya tentu, karena dengan sendirinya, program Jum’at bersih ini menumbuh kembangkan karakter anak ataupun peserta didik agar peduli akan lingkungan sehat, walaupun program  ini cuma seminggu sekali tetapi setelah ibu lihat sepertinya program ini sudah setiap hari karena sekarang anak-anak telah  melakukannya setiap hari, walaupun masih ada beberapa yang lupa sehingga membuang sampah sembarangan tetapi mereka langsung di tegur oleh guru yang melihatnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar