Selasa, 11 September 2018

SISTEM PENDIDIKAN DI JEPANG




SISTEM PENDIDIKAN DI JEPANG

MAKALAH
Disampaikan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat
Menempuh Mata Kuliah Inovasi Pendidikan
Program Studi Magister/Manajemen Pendidikan
PPs FKIP Universitas Bengkulu Semester 1 Tahun Akademik 2012/1013
Dosen Dr. Osa Juarsa, M.Pd


Oleh:

 Jon Sastro



PROGRAM STUDI
MAGISTER ADMINISTRASI/MANAJEMEN PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA FKIP
UNIVERSITAS BENGKULU
2013







KATA PENGANTAR
Bismillahirramanirrahim

Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Sistem Pendidikan Di Jepang” Makalah ini berisikan informasi tentang Sistem Pendidikan Di Jepang atau lebih rincinya tentang gambaran pendidikan di Negara Jepang, Tujuan Pendidikan di Negara Jepang, Struktur dan Jenis Pendidikan di Negara jepang, Manajemen pendidikan di Negara Jepang, dan Isu-Isu Pendidikan di Negara jepang
. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang bagaimana system pendidikan di Jepang.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada dosen mata kuliah Dr. Osa Juarsa, M.Pd serta rekan-rekan seperjuangan di semester 1 Program Studi Magister/Manajemen Pendidikan Tahun Akademik 2012/1013.
Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin Ya robbal’Alamin.
Wassalamualaikum wr.mb

                                                                        Bengkulu,        Mei 2013


Penulis,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii

BAB 1. PENDAHULUAN
Latar Belakang ..................................................................................... 1
Rumusan Masalah ................................................................................ 1
Tujuan .................................................................................................. 2
Manfaat ................................................................................................ 2

BAB II. PEMBAHASAN
A. Gambaran pendidikan di Negara jepang.......................................... 3
B. Tujuan pendidikan di Negara jepang  ............................................. 4
C. Struktur dan jenis pendidikan.......................................................... 5
D. Manajemen pendidikan.................................................................... 8
E. Isu-isu pendidikan ......................................................................... 10

BAB III. PENUTUP
Kesimpulan ........................................................................................ 12

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 13




BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang
Sistem pendidikan indonesia dengan sistem pendidikan di jepang jauh berbeda. Di negara jepang, pendidikan benar-benar diperhatikan., maka wajar bangsa tersebut memiliki peringkat dalam pendidikan dan teknologi internasional. seandainya negara indonesia menggunakan sistem pendidikan jepang, tidak menutup kemungkinan bahwa indonesia memiliki SDM yang benar-benar berkualitas dalam jumlah yang banyak. berikut perbedaan sistem pendidikan indonesia dengan sistem pendidikan negara jepang.
Untuk lebih memahami bagaimana sebenarnya Pendidikan di Negara jepang maka kita harus mempelajari hal-hal tersebut dalam makalah berikut ini.

B.     RumusanMasalah
Adapun Rumusan Masalah dalam makalah ini adalah:
1.      Bagaimana gambaran pendidikan di Negara Jepang
2.      Bagaimana Tujuan Pendidikan di Negara Jepang
3.      Bagaimana Struktur dan Jenis Pendidikan di Negara jepang
4.      Bagaimana Manajemen pendidikan di Negara Jepang
5.      Bagaimana Isu-Isu Pendidikan di Negara jepang



C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan pembuatan makalah ini yaitu :
1.      Untuk mengetahui gambaran pendidikan di Negara Jepang
2.      Untuk mengetahui tujuan pendidikan di Negara Jepang
3.      Untuk mengetahui Struktur dan Jenis pendidikan di Negara jepang
4.      Untuk mengetahui Manajemen pendidikan di Negara jepang
5.      Untuk mengetahui Isu-isu pendidikan di Negara Jepang

D.           Manfaat
Supaya mengetahui tentang system pedidikan di Jepang sebagai bandingan untuk pendidikan di Indonesia, dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, serta bisa dijadikan sebagai referensi tentang perbandingan system pendidikan antara jepang dan indonesia.


BAB II
ISI

A.    Gambaran Pendidikan di Negara Jepang
Negara Jepang terdiri hampir  4000 pulau besar dan kecil yang terbentang sepanjang timur laut pantai benua Asia. Luas area seluruhnya 378,000 kilometer persegi atau sama dengan 145,882 mil persegi, tetapi hanya sepertiga yang dapat didiami. Penduduk jepang saat ini kurang lebih 126,182,077 jiwa (World Almanac  2000).
Pada tahun 1980, 57 % penduduk tinggal di 2,2 % dari total daerahJepang. Penduduk yang berusia diatas 60 tahun jumlahnya 12,8 % dari seluruh penduduk Jepang, sedangkan yang berusia dibawah 14 tahun berjumlah 23,6 %. Dahulunya dalam tahun 1950 perbandingan itu adalah 8% dan 35%. Data terakhir (World Almanac 2000) menunjukkan kecenderungan yang sama, yaitu 16,5% dan 15%. Dengan kata lain, jumlah penduduk yang berusi lanjut meningkat jumlahnya, sementara jumlah penduduk Jepang akan terus meningkat mencapai 140 juta pada tahun 2020. Perubahan pola demografis yang terjadi di Jepang menimbulkan berbagai masalah dan mempengaruhi system pendidikan Jepang.
Dampak Perubahan demografis itu antara lain perlunya mencari lokasi baru untuk sekolah ;peningkatan dana pembangunan sekolah yangs semakin mahal, pengangkatan dan penggajian guru-guru didaerah perkotaan ; kelebihan suplai guru, dan program – program pendidikan yang terisolasi di daerah-daerah pedalaman Jepang. Selanjutnya, meningkatnya jumlah penduduk yang berusia lanjut mendorong keinginan masyarakat untuk kembali kesekolah atau kekampus sebagai perwujudan pendidikan sepanjang hayat.
Ditinjau dari segi etnis, Jepang berpedunduk yang homogeny, yang terdiridari 99,4% orang Jepang, sedang kan bahasa Jepang dipakai sebagai bahan resmi , dan dipakai mulai dari prasekolah sampai ke perguruan tinggi.
Semenjak konstitusi 1947, Jepang mempunyai badan leggislatif dengan system dua kamar yang anggotanya dipilih dengan pemilihan langsung. Sebelumnya, Konstitusi Kerajaan tahun 1980 menetapkan Tenno (Emperor) atau Raja sebagai kepala Negara didukung oleh parlemen kerajaan yang terdiri dari Dewan nobles dan Dewan Perwakilan Rakyat. Pemerintahan saat ini menganut system Kabinet Partai

B.     Tujuan Pendidikan di Negara Jepang
Tujuan pendidikan di Negara Jepang ditegaskan dalam Undang-Undang Pokok pendidikan tahun 1947. Ayat 1 undang-undang tersebut menyatakan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan sepenuhnya kepribadian, membangun individu baik fisik mau pun pikirannya, yang cinta pada kebenaran dan keadilan, menghormati nilai-nilai pribadi orang lain, menghargai pekerjaan, memiliki rasa tanggung jawab dan tergugah dengan semangat kemerdekaan sebagai pendiri Negara dan masyarakat yang damai. Semenjak ditetapkannya Undang-undang pokok pendidikan ini, tujuan umum pendidikan secara berkala telah dijabarkan dalam bentuk peraturan atau undang –undang yang lebih spesifik serta rekomendasi oleh berbagai badan, termasuk oleh Badan Pusat Pendidikan pada tahun 1971 sebagai pedoman untuk pembaharuan pendidikan. Rekomendasi itu sejalan dengan Undang-Undang pokok pendidikan (1947) .Rekomendasi ini mengidentifikasikan tujuan-tujuan sesuai dengan angkatan muda Jepang yang menjadi penduduk masyarakat global, yang menghadapi kemajuan yang cepat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan ekonomi yang cepat serta perubahan social yang radikal. Pendidikan di Jepang menitik beratkan pada pengembangan kemampuan dasar dalam diri generasi muda, bukan pada keterampilan vokasional yang khusus dengan asumsi bahwa mereka harus siap menyesuaikan dengan fleksibel kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan-perubahan yang cepat dalam masyarakat.

C.    Struktur dan Jenis Pendidikan
Sistem pendidikan Jepang sebelum Perang Dunia II memakai system banyak jalur (multi-tracts) yang mendiversifikasikan mata pelajaran mulai dari anak usia 12 tahun ;yaitu disaat anak-anak menyelesaikan pendidikannya di sekolah dasar. Sistem ini diganti seluruhnya dalam reformasi pendidikan sesudah perang.

1.              Taman Kanak-Kanak
Sebagian besar anak-anak di Jepang memasuki Taman Kanak-Kanak, bahkan juga mulai dari Nursery School. Taman Kanak-Kanak adalah institusi pendidikan dibawah Kementerian Pendidikan untuk anak-anak berusia 3-5 tahun, sedangkan Nursery School bagi anak-anak sampai 5 tahun. Aktivitas pada Nursery School bagi anak-anak usia 3 tahun atau lebih, tidak banyak berbeda dengan yang diberikan pada Taman Kanak-Kanak.

2.             Pendidikan Dasar
Pada Usia 6 tahun, anak-anak mulai masuk sekolah dasar yang wajib bagi semua orang. Sekolah Dasar adalah institusi pendidikan yang berlangsung selama 6 tahun, memberikan pendidikan dasar kepada anak-anak yang sesuai dengan perkembangan fisik dan mentalnya.
Jumlah jam pelajaran per tahun adalah 1015, bervariasi dari 850 jam pelajaran bagi grade 1 sampai 1015 bagi grade 4-6.
Kenaikan kelas dari grade 1 ke grade berikutnya berlangsung secara otomatis.Hampir seluruh anak umur sekolah terdaftar mengikuti pendidikan tingkat dasar ini, dan 97%  berada di sekolah negeri.

3.             Pendidikan Menengah
Sekolah menengah tingkat pertama adalah wajib dan berlangsung selama tiga tahun. Promosi dari sekolah dasar kesekolah menengah tingkat pertama berjalan secara otomatis dalam lingkungan sekolah negeri.
Setelah menempuh pendidikan selama 9 tahun, anak-anak dapat memsuki sekolah menengah tingkat atas selam 3-4 tahun setelah diselksi melalui ujian masuk.


4.             Pendidikan Tinggi
Pada prinsipnya sistem pendidikan di Jepang mengikuti pola penjenjangan yang mirip dengan yang ada di Indonesia yaitu pola penjenjangan dengan  sistem 6-3-3-4, yaitu enam tahun pendidikan dasar, masing-masing tiga tahun pendidikan menengah pertama dan menengah atas serta empat tahun pendidikan tinggi kecuali bidang kedokteran, kedokteran hewan dan dokter gigi. Untuk jenjang pendidikan pasca sarjana Jepang juga mengikuti pola 2-3, yaitu dua tahun untuk Program Magister dan tiga tahun untuk Program Doktor.
Di Jepang ada empat jenis pendidikan tinggi, yakni :
1). Universitas (Daigaku), 4 tahun;
2). Akademi Teknologi (Tanki-daigaku), 5 tahun, minimal 167 kredit;
3). Sekolah Tinggi Teknik (Koto-senmon-gakko);
4). Sekolah Kejuruan (Senmon-gakko).
Universitas sebagai suatu pusat pendidikan bertujuan untuk menyelenggarakan pengajaran dan studi untuk bidang-bidang professional dan seni serta memberi pengetahuan luas dan mengembangkan intelektual,moral dan kemampuan berpraktek. Hal ini tertuang dalam artikel 52 dari Undang-Undang Pendidikan Jepang. Universitas melaksanakan program empat tahun disebut sebagai program sarjana. Tetapi kedokteran,kedokteran gigi, kedokteran hewan memprasyaratkan program pendidikan selama enam tahun.
Pada prinsipnya mereka yang sudah menyelesaikan pelajaran di tingkat sekolah menengah atau yang telah menyelesaikan sekolah selama duabelas tahun sebagai program yang biasa dilakukan, mempunyai kualifikas untuk melmar ke universitas. Belum semua perguruan tinggi di Jepang telah mempunyai Program Pascasarjana. Walaupun demikian beberapa perguruan tinggi menyelanggarankan program pascasarjana secara bekerjasama yang dinamakan United Graduate Program atau dalam bahasa Jepangny dikenalsebagai Rengo Daigakuin. Program Pascasarjana di Jepang seperti juga dinegara maju lainnya bertujuan untuk menyelenggarakan pendidikan ditingkat yang lebih tinggi (advanced) tentang teori dan penerapan dari suatu bidang keahlian, menguasai secara mendalam bidang keahlian tersebut dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan budaya. Hal ini tertulis dalam artikel 65 dari Undang-Undang Pendidikan di Jepang. Pendidikan Pasca sarjana terdiri atas Program Magister (Sushi Katei) selama dua tahun dan Program Doktor (Hakushi Katei) selama tiga tahun. Pada tingkat Magister (Sushi) masih diberikan kuliah tanpa praktikum tetapi pada tingkat program Doktor, umumnya kulia tidak diberikan lagi.
Pelaksanaan pendidikan pascasarjana umumnya dilakukan dalam bentuk seminar mingguan di masing-masing Laboratorium Pendidikan (kenyushitsuatau secara harfiah kamar studi). Suatu Laboratorium Penedidikan terdiri atas seorang Professor (Kyoju) sebagai Kepala, seorang Associate Professor (Jukyoju) dan satu atau dua orang Asisten (Josyu)

D.           Manajemen Pendidikan
1.             Otorita
Pada level nasional , Kementerian Pendidikan ,Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan merupkan badan utama yng bertanggung jawab di cabinet dan DIET untuk mempersiapkan perkiraan anggaran, membuat draft aturan-aturan pendidikan serta memformulasikan kebijkan-kebijakan pendidikan.

2.             Pendanaan
                        Sistem administrasi keuangan Jepang menyediakan dana secra bersama-sama bagi institusi-institusi pendidikan pemerintah, yaitu oleh pemerintah pusat, distrik, maupun kotapraja. Dana ini berasal dari pajak, dan dari sumber-sumber lain.

3.              Pendidikan Guru
                        Guru-guru untuk sekolah dasar dan sekolah menengah dididik dan dilatih di lembaga-lembaga pendidikan tinggi, yaitu di Universitas, program Pasca Sarjana, dan junior college yang dipilih oleh Kementerian Pendidikan.sertifikat mengajar dijamin untuk selama-lamanya oleh Dewan Pendidikan Distrik dan berlaku di semua distrik.

4.             Kurikulum
                        Kurikulum sekolah didsarkan pada program studi seperti yang ditentukan oleh Kementerian Pendidikan. Ketentuan itu menetapkan kerangka dasar kurikulum untuk setiap level termasuk didalamnya: obyektif, isi instruksional, dan waktu yang disediakan.


5.             Ujian, Kenaikan Kelas, dan Sertifikasi
                        Pada semua tingkat dalam sistem sekolah di Jepang berbagai jenis ujian dan sumber-sumber informasi lain digunakan untuk menilai apakah siswa dapat dinaikkan dari level satu kelevel berikutnya. Di tingkat sekolah dasar keputusan untuk kenaikan kelas anak-anak, dan soalketentuan tamat atau tidak.
                         Sekolah menengah tingkat atas memilih pelamarnya atas dasar hasil ujian kemampuan akademik yang diselenggarakan oleh Dewan pendidikan masing-masing dan transkripnilai yang diterima dari masing-masing sekolah tempat asal.
                        Pelamar ke universitas atau akademi diseleksi oleh masing-masing lembaga penerima dengan persyaratan telah menyelesaikan pendidikan formal minimal 12 tahu,memperoleh skor ujian masuk yang ditentukan, dan hasil pendidikan di sekolah menengah tingkat atas yang dinyatakan dalam transkrip sekolah.

E.            Isu-Isu Pendidikan
                 Terdapat beberapa masalah dan tantangan dalam pendidikan di Jepang. Diantaranya adalah populasi sekolah yang terus meningkat jumlahnya, terutama di perkotaan. Ditambah pula dengan gelombang anak muda yang cenderung pindah ke kota. Ini menandakan bahwa sekolah di perkotaan harus ditambah.
                     Masyarakat mempersepsikan kaum muda Jepang sebagai kekurangan dalam ilmu dan keterampilan, dan lebih berbahaya lagi, tidak punya sikap yang baik dan tepat terhadap hidup dan kehidupan.
                     Maka jelaslah bahwa memperbaiki mutu atau kualitas sistem pendidikan sekolah, memperbanyak dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, serta mendiversifikasi kesempaan pendidikan didalam atau diluar sistem sekolah formal, merupakan tugas pokok yng harus diselesaikan oleh masyarakat Jepang.



BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Sistem pendidikan indonesia dengan sistem pendidikan di jepang jauh berbeda. Di negara jepang, pendidikan benar-benar diperhatikan., maka wajar bangsa tersebut memiliki peringkat dalam pendidikan dan teknologi internasional. seandainya negara indonesia menggunakan sistem pendidikan jepang, tidak menutup kemungkinan bahwa indonesia memiliki SDM yang benar-benar berkualitas dalam jumlah yang banyak. berikut perbedaan sistem pendidikan indonesia dengan sistem pendidikan negara jepang.
 Dalam undang-undang di Jepang pendidikan bertujuan untuk mengembangkan sepenuhnya kepribadian, membangun individu baik fisik mau pun pikirannya, yang cinta pada kebenaran dan keadilan, menghormati nilai-nilai pribadi orang lain, menghargai pekerjaan, memiliki rasa tanggung jawab dan tergugah dengan semangat kemerdekaan sebagai pendiri Negara dan masyarakat yang damai.
Pada prinsipnya sistem pendidikan di Jepang mengikuti pola penjenjangan yang mirip dengan yang ada di Indonesia yaitu pola penjenjangan dengan  sistem 6-3-3-4, yaitu enam tahun pendidikan dasar, masing-masing tiga tahun pendidikan menengah pertama dan menengah atas serta empat tahun pendidikan tinggi kecuali bidang kedokteran, kedokteran hewan dan dokter gigi. Untuk jenjang pendidikan pasca sarjana Jepang juga mengikuti pola 2-3, yaitu dua tahun untuk Program Magister dan tiga tahun untuk Program Doktor.
DAFTAR PUSTAKA

Nur, Agustiar Syah (2001). Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Lubuk Agung. Bandung



Tidak ada komentar:

Posting Komentar