Senin, 10 September 2018

EVALUASI PENDIDIKAN


Anatomi Pendidikan

EVALUASI PENDIDIKAN





Disusun Oleh:


JON SASTRO


Dosen:
Dr. Aliman, M.Pd


PROGRAM STUDI
MAGISTER ADMINISTRASI/MANAJEMEN PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA FKIP
UNIVERSITAS BENGKULU
2013



KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayahNya saya untuk dapat menyelesaikan tugas makalah Anatomi Pendidikan mengenai “Evaluasi Pendidikan” ini dengan baik dan lancar.

Fitrah kehidupan manusia adalah menjalani kehidupan ini sesuai dengan aturan-aturan kehidupan yang telah ditetapkan oleh penciptanya, yaitu Allah Swt karena Dia yang paling mengetahui segalanya tentang makhluk ciptaan-Nya.

Saya menyadari akan adanya kekeliruan dari segi struktur kata, bahkan pembahasan yang kurang koheren untuk dijadikan sebagai Makalah. Untuk itu, saya mengharapkan sebuah kritikan dan saran yang mendukung demi kesempurnaan makalah saya yang selanjutnya. Terimakasih.

                                                           

                                               
                                                                        Bengkulu,    April 2013



                                                                        Penulis,






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................. ii
BAB I. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.............................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah........................................................................ 3
C.     Tujuan............................................................................................ 3
D.    Manfaat.......................................................................................... 3
BAB II. PEMBAHASAAN
A.    Pengertian Evaluasi dan Evaluasi Pendidikan................................ 4
B.     Fungsi Evaluasi Pendidikan............................................................ 6
C.     Tujuan Evaluasi Pendidikan.......................................................... 11
D.    Kegunaan Evaluasi Pendidikan.................................................... 12
E.     Proses Evaluasi Pendidikan.......................................................... 13
F.      Prisip-prinsip Evaluasi Pendidikan................................................ 14
G.    Implementasi Evaluasi Pendidikan............................................... 16
H.    Prosedur melaksanakan Evaluasi Pendidikan............................... 17
BAB III. PENUTUP
A.    Kesimpulan................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA............................................................................ 20
       




BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Agenda pembangunan pendidikan suatu bangsa tidak akan pernah berhenti dan selesai. Ibarat patah tumbuh hilang berganti, selesai memecahkan suatu masalah, muncul masalah lain yang kadang tidak kalah rumitnya. Begitu pula hasil dari sebuah strategi pemecahan masalah pendidikan yang ada, tidak jarang justru mengundang masalah baru yang jauh lebih rumit dari masalah awal. Itulah sebabnya pembangunan bidang pendidikan tidak akan pernah ada batasnya. Selama manusia ada, persoalan pendidikan tidak akan pernah hilang dari wacana suatu bangsa. Oleh karena itu, agenda pembangunan sektor pendidikan selalu ada dan berkembang sesuai dengan dinamika kehidupan masyarakat suatu bangsa.
Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan  seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar  untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.
Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik. Jadi secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program.
Evaluasi pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitatif atau kuantitatif sesuai dengan standar tertentu. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran.
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 11 ayat 1 mengamanatkan kepada pemerintah dan pemerintah daerah untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu (berkualitas) bagi setiap warga negara. Terwujudnya pendidikan yang bermutu membutuhkan upaya yang terus menerus untuk selalu meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya peningkatan kualitas pendidikan memerlukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran (instructional quality) karena muara dari berbagai program pendidikan adalah pada terlaksananya program pembelajaran yang berkualitas. Oleh karena itu, usaha neningkatkan kualitas pendidikan tidak akan tercapai tanpa adanya peningkatan kualitas pembelajaran.
Peningkatan kualitas pembelajaran memerlukan upaya peningkatan kualitas program pembelajaran secara keseluruhan karena hakikat kualitas pembelajaran adalah merupakan kualitas implementasi dari program pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya. Upaya peningkatan kualitas program pembelajaran memerlukan informasi hasil evaluasi terhadap kualitas program pembelajaran sebelumnya. Dengan demikian, untuk dapat melakukan pembaharuan program pendidikan, termasuk di dalamnya adalah program pembelajaran kegiatan evaluasi terhadap program yang sedang maupun telah berjalan sebelumnya perlu dilakukan dengan baik. Untuk dapat menyusun program yang lebih baik,  hasil evaluasi program sebelumnya merupakan acuan yang tidak dapat ditinggalkan.

B.     Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang dikembangkan pada makalah yang kami bahas ini, kami mengidentifikasi pokok-pokok masalah yang akan dibahas yaitu :
1.      Tujuan Evaluasi Pendidikan.
2.      Fungsi Evaluasi Pendidikan.
3.      Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan.

C.    TUJUAN
Berdasarkan rumusam masalah diatas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah mendorong mahasiswa agar mampu :
1.      Untuk mengetahui definisi tentang Evaluasi Pendidikan.
2.      Untuk mengetahui tentang tujuan Evaluasi Pendidikan
3.      Agar dapat menambah wawasan tentang Fungsi Evaluasi Pendidikan.
4.      Untuk  mengetahui tentang Prinsip-prinsip Evaluasi Pendidikan.

D.    Manfaat
Manfaat pembuatan makalah ini adalah sebagai acuan dalam melakukan suatu penilaian dalam proses pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Evaluasi dan Evaluasi Pendidikan
Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation; dalam bahasa Arab; al-taqdir; dalam bahasa Indonesia berarti; penilaian. Akar katanya adalah value; dalam bahasa Arab; al-qimah; dalam bahasa Indonesia berarti; nilai.
Beberapa pengertian tentang evaluasi sering dikemukakan oleh beberapa ahli seperti:
Lessinger 1973 (Gibson, 1981: 374) mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses penilaian dengan jalan membandingkan antara tujuan yang diharapkan dengan kemajuan/prestasi nyata yang dicapai.
Wysong 1974 (Gibson, 1981: 374) mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses untuk menggambarkan, memperoleh atau menghasilkan informasi yang berguna untuk mempertimbangkan suatu keputusan.
Gibson dan Mitchell 1981 (Uman, 2007: 91) mengemukakan bahwa proses evaluasi adalah untuk mencoba menyesuaikan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar penilaian terhadap tujuan program.
Edwind Wandt dan Gerald W. Brown (1977): evaluation refer to the act or process to determining the value of something. Menurut definisi ini, maka istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau suatu proses untuk menetukan nilai dari sesuatu.
Apabila definisi evaluasi yang dikemukakan oleh Edwind Wandt dan Gerald W. Brown itu untuk memberikan definisi tentang Evaluasi Pendidikan, maka Evaluasi Pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai; suatu tindakan atau kegiatan atau suatu proses menetukan nilai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan (yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan, atau yang terjadi di lapangan pendidikan). Atau singkatnya: evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan, sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya.
Berbicara tentang pengertian evaluasi pendidikan, di tanah air kita, Lembaga Administrasi Negara mengemukakan batasan mengenai Evaluasi Pendidikan sebagai berikut:
Evaluasi pendidikan adalah:
1.      Proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan.
2.      Usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, saya mengambil kesimpulan bahwa evaluasi pendidikan adalah penilaian terhadap kinerja pendidikan yang telah berjalan guna memperoleh informasi yang nantinya akan digunakan untuk memperbaiki hal-hal yang memang perlu diperbaiki pada kinerja pendidikan.


B. Fungsi Evaluasi Pendidikan
1.  Fungsi Secara Umum
Secara umum, evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses memiliki 3 macam fungsi pokok, yaitu  (1) mengukur kemajuan, (2) menunjang penyusunan rencana, (3) memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali. Setidak-tidaknya ada dua macam kemungkinan hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi, yaitu :
1).  Hasil evaluasi itu ternyata menggembirakan, sehingga dapat memberikan rasa lega bagi evaluator, sebab tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai sesuai dengan yang direncanakan
2). Hasil evaluasi itu ternyata tidak menggembirakan atau bahkan mengkhawatirkan, dengan alasan bahwa berdasar hasil evaluasi ternyata dijumpai adanya penyimpangan-penyimpangan, hambatan atau kendala , sehingga mengharuskan evaluator untuk  bersikap waspada. Ia perlu memikirkan dan melakukan pengkajian  ulang terhadap rencana yang telah disusun, atau mengubah dan memperbaiki cara pelaksanaannya. Berdasar data hasil evaluasi itu selanjutnya dicari metode-metode lain yang dipandang lebih tepat dan lebih sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. Sudag barang tentu perubahan-perubahan itu membawa konsekuensi berupa perencanaan ulang ( re-pl;anning) atau perencanaan baru, Dengan demikian dapat dikatakan bahwa evaluasi itu memiliki fungsi; menunjang penyusunan rencanal.
Evaluasi yang dilaksanakan secara berkesinambungan akan membuka peluang bagi evaluator untuk membuat perkiraan (estimasi), apakah tujuan yang telah dirumuskan akan dapat dicapai pada waktu yang telah ditentukan, ataukah tidak, Apabila berdasar data hasil evaluasi itu diperkirakan bahwa tujuan tidak akan dapat dicapai sesuai dengan rencana, maka evaluator akan berusaha untuk mencari dan menemukan factor-faktor penyebabnya, serta mencari dan menemukan jalan keluar atau cara-cara pemecahannya. Bukan tidak mungkin bahwa atas dasar data hasil evaluasi itu evaluator perlu mengadakan perubahan-perubahan, penyempurnaan-penyempurnaan atau perbaikan-perbaikan, baik perbaikan yang menyangkut organisasi, tata kerja, dan bahkan mungkin juga perbaikan terhadap tujuan organisasi itu sendiri. Jadi kegiatan evaluasi pada dasarnya juga dimaksudkan untuk melakukan perbaikan atau penyempurnaan usaha. Perbaikan usaha tanpa didahului oleh kegiatan evaluasi adalah tidak mungkin; sebab untuk mengadakan perbaikan terlebih dahulu harus diketahui apa yang harus diperbaiki, dan mengapa hal itu perlu diperbaiki. Kegiatan evaluasi yang tidak menghasilkan titik tolak untuk perbaikan adalah  hampa dan tidak ada artinya sama sekali.
2.  Fungsi Secara Khusus.
Secara khusus fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat ditilik dari 3 segi, yaitu : (1) segi psikologis, (2) segi didaktik, dan (3) segi administratif. Secara psikologis kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan di sekolah dapat disorot dari dua sisi, yaitu dari sisi peserta didik dan dari sisi pendidik.
Bagi peserta didik evaluasi pendidikan secara psikologis akan memberikan pedoman atau pegangan batin kepada mereka untuk mengenal kepastian dan status dirinya masing-nasing di tengah-tengah kelompok atau kelasnya. Dengan dilakukannya evaluasi terhadap hasil belajar siswa misalnya, maka para siswa akan mengetahui apakah dirinya termasuk siswa yang berkemampuan tinggi, berkemampuan rata-rata, ataukah berkemampuan rendah, juga para siswa yang bersangkutan akan menjadi tahu atau mengerti di manakah posisi dirinya ditengah teman-temannya. Apakah ia termasuk kelompok pandai, sedang ataukah termasuk dalam kelompok bodoh.
Bagi pendidik, evaluasi pendidikan akan emberikan kepastian atau ketetapan hati kepada diri pendidik tersebut, sudah sejauh manakah kiranya usaha yang telah dilakukannya selama ini telah membawa hasil, sehingga ia secara psikologis memiliki pedoman atau pegangan batin yang pasti guna menentukan langkah-langkah apa saja yang dipandang perlu, dilakukan selanjutnya.  Misalnya dengan menggunakan metode-metode mengajar tertentu, hasil-hasil belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan daya serap terhadap materi yang telah diberikan kepada para siswa tersebut, karena itu penggunaan metode-metode mengajar tadi akan terus dipertahankan.Sebaliknya, apabila hasil-hasil belajar siswa ternyata tiak menggembirakan, maka pendidik akan berusaha melakukan perbaikan-perbaikan  dan penyempurnaan sehingga hasil belajar siswa menjadi lebih baik.
Bagi peserta didik, secara didaktik evaluasi pendidikan (khususnya evaluasi hasil belajar) akan dapat memberikan dorongan kepada mereka untuk dapat memperbaiki meningkatkan dan mempertahankan prestasinya. Evaluasi hasil belajar itu misalnya akan menghasilkan nilai-nilai hasi belajar untuk masing-masing individu siswa. Ada siswa yang nilainya jelek, karena itu siswa tersebut terdorong untuk memperbaikinya, agar untuk waktu-waktu yang akan datang nilai hasil belajarnya tidak sejelek sekarang, sementara itu untuk siswa yang sudah baik prestasinya akan termotivasi untuk selalu mempertahankan prestasinya.
Bagi pendidik secara didaktik evaluasi pendidikan itu setidak-tidaknya memiliki lima macam fungsi, yaitu ;
·         Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha/prestasi yang telah dic apaiu oleh peserta didiknya.
Disini evaluasi dikatakan berfungsi memeriksa (mendiagnosa), yaitu memeriksa pada bagian-bagian manakah para peserta didik pada umumnya mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran, untuk selanjutnya dapat dicari dan ditemukan jalan eluar pemecahannya. Jadi disini evaluasi berfungsi diagnostic.
·         Memberikan  informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi masing-masing peserta didik di tengah-tengah kelompoknya.
Dalam hubungan ini evaluasi pendidikan sangat diperlukan untuk dapatmenentukan secara pasti, pada kelompok manakah kiranya seorang peserta didik seharusnya ditempatkan. Dengan kata evaluasi evaluasi pendidikan berfungsi menempatkan peserta didik menurut kelompoknya masing-masing; misalnya kelompok atas (pandai), tengah (rata-rata) tau kelompok rendah (lemah)
·         Memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik.
Dalam hubungan ini evaluasi pendidikan dlakukan untuk menetapkan, apakah seorang peserta didik dapat dinyatakan lulus atau  tidak lulus, dapat dinyatakan naik kelas ataukah tinggal kelas, dapat diterima pada jurusan tertentu atau tidakMemberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi peserta didik yang memang memerlukannya.
Berdasarkan pada hasil evaluasi, pendidik dimungkinkan untuk dapat memberikan petunjuk dan bimbingan kepada para peserta didik; misalnya tentang bagaimana cara belajar yang baik, cara mengatur waktu belajar dan sebagainya, sehngga kesulitan-kesulitan yang dihadap peserta didik dalam PBM dapat diatasi sebaik-baiknya. Jadi evaluasi pendidikan berfungsi bimbingan.
·         Memberikan petunjuk tentang sudah sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai.
Disini evaluasi pendidikan dikatakan memlilki fungsi instruksional, yaitu melakukan pembandingan antara Kompetensi Dasar (KD) yang telah ditentukan untuk masing-masing mata pelajaran dengan hasil-hasil belajar yang telah dicapau oleh pesrta didik.
Adapun secara administratif, evaluasi pendidikan itu setidak-tidaknya memiliki tiga macam fungsi, yaitu ;
1.      Memberikan Laporan
Dengan melakukan evaluasi, akan dapat disusun dan disajikan laporan mengenai kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Laporan mengenai hal ini biasanya tertuang dalam bentuk Buku Laporan Kemajuan Belajar Siswa (Rapor).
2.  Memberikan Bahan-bahan Keterangan (Data)
Setiap keputusan pendidikan harus didasarkan kepada data yang lengkap dan akurat. Dalam hubungan ini, nilai-nilai hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari kegiatan evaluasi, adalah merupakan data yang sangat penting untuk keperluan pengambilan keputusan pendidikan dan lembaga pendidikan. Apakah peserta didik dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus, naik kelas atau tidak, dan sebagainya
3. Memberikan Gambaran
Gambaran mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam proses pembelajaran tercermin  antara lain dari hasil-hasil belajar para peserta didik setelah dilakukannya evaluasi hasil belajar. Dari kegiatan evaluasi hasil belajar yang telah dilakukan untuk berbagai jenis mata-mata pelajaran tertentu (misalnya Matematika dan IPA) pada umumnya kemampuan siswa sangat memprihatinkan. Gambaran tentang kualitas hasil belajar peserta didik juga dapat diperoleh berdasar data yang berupa Nilai Ujian Nasional (NUN), Nilai Ulangan Umum dan lain-lain.

C.  Tujuan Evaluasi Pendidikan
1. Tujuan Umum
Secara umum, tujuan evaluasi dalam bidang pendidikan ada dua, yaitu :
1.      Untuk menghimpun bahan-bahan keterengan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, tujuan umum dari evaluasi dalam pendidkan adalah untuk memperoleh data pembuktian , yang akan menjadi petunjuk sampai dimana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler, setelah mereka menempuh pembelajaran dalam jangka waktu yang ditentukan.
2.      untuk mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah di[ergunakan dalam prosese pembelajarn dalam jangka waktu tertentu. Jadi tujuan umu yang kedua dari evaluasi pendidikan adalah untuk mengukur dan menilai sampai dimanakah efektivitas mengajar dan metode-metode mengajara yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik serta kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta didik.
2. Tujuan Khusus
Adapun yang menjadi tujuan khusus dalam pendidikan adalah:
1.      untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan. Tanpa adanya evaluasi maka tidak mungkin timbul kegairahan atau rangsangan pada diri peserta didik untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasinya masing-masing.
2.      untuk mencari dan menemukan faktror-faktor penyebab keberhasihan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan. Sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.

D. Kegunaan Evaluasi Pendidikan
Diantara kegunaan yang dapat dipetik dalam bidang pendidikan adalah:
1.      terbukanya kemungkinan bagi evaluator guna memperoleh evaluasi tentang hasil-hasil yang telah dicapai dalam rangka pelaksanaan program pendidikan.
2.      terbukanya kemungkinan untuk dapat diketahuinya relevansi antara program pendidikan yang telah dirumuskan dengan tujuan pendidikan yang hendak dicapai.
3.      terbukanya kemungkinan untuk dalap dilakukannya usaha perbaikan, penyesuaian dan penyempurnaan program pendidikan yang dipandang lebih berdaya guna dan berhasil guna sehingga tujuan yang dicita-citakan akan dapat dicapai dengan hasil yang sebaik-baiknya.

E.  Proses Evaluasi Pendidikan
Dalam melaksanakan evaluasi pendidikan hendaknya dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa evaluasi pendidikan secara garis besar melibatkan 3 unsur yaitu input, proses dan out put. Apabila proAsesdur yang dilakukan tidak bercermin pada 3 unsur tersebut maka dikhawatirkan hasil yang digambarkan oleh hasil evaluasi tidak mampu menggambarkan gambaran yang sesungguhnya terjadi dalam proses pembelajaran. Langkah-langkah dalam melaksanakan kegiatan evaluasi pendidikan secara umum adalah sebagai berikut :
1.      perencanaan (mengapa perlu evaluasi, apa saja yang hendak dievaluasi, tujuan    evaluasi, teknikapa yang hendak dipakai, siapa yang hendak dievaluasi, kapan, dimana, penyusunan instrument, indikator, data apa saja yang hendak digali, dsb)
2.      pengumpulan data ( tes, observasi, kuesioner, dan sebagainya sesuai dengan tujuan).
3.      verifiksi data (uji instrument, uji validitas, uji reliabilitas, dsb).
4.      pengolahan data ( memaknai data yang terkumpul, kualitatif atau kuantitatif, apakah hendak di olah dengan statistikatau non statistik, apakah dengan parametrik atau non parametrik, apakah dengan manual atau dengan software (misal : SAS, SPSS )
5.      penafsiran data, ( ditafsirkan melalui berbagai teknik uji, diakhiri dengan uji hipotesis ditolak atau diterima, jika ditolak mengapa? Jika diterima mengapa? Berapa taraf signifikannya?) interpretasikan data tersebut secara berkesinambungan dengan tujuan evaluasi sehingga akan tampak hubungan sebab akibat. Apabila hubungan sebab akibat tersebut muncul maka akan lahir alternatif yang ditimbulkan oleh evaluasi itu.

F.  Prinsip-Prinsip Evaluasi
1.      Kejelasan tujuan yang akan dicapai dalam suatu kegiatan evaluasi
2.      Memerlukan adanya kriteria pengukuran
3.      Melibatkan pihak yang betul-betul memahami tentang konsep dasar pendidikan secara komprehensif
4.      Menuntut umpan balik dan tindak lanjut, sehingga hasil evaluasi dapat digunakan untuk membuat kebijakan putusan. Keputusan itu sendiri dapat berkenaan dengan:
5.      Personel yang terlibat, mencakup kemampuan pengertian atau penambahan tenaga.
6.      Jenis kegiatan dan pelaksanaannya.
7.      Prioritas kegiatan dan subjek yang dilayani.
8.      Pembiayaan, waktu dan fasilitas lainnya.
9.      Kegiatan evaluasi bukan merupakan kegiatan yang bersifat insidental, tetapi merupakan proses kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan.
Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh apakah perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik. (dikutip dari Bloom et.all 1971).
Stufflebeam et.al 1971 mengatakan bahwa evaluasi adalah proses menggambarkan, memperoleh dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan.
Evaluasi sendiri memiliki beberapa prisip dasar yaitu:
1.      Evaluasi bertujuan membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pembelajaran bagi masyarakat.
2.      Evaluasi adalah seni, tidak ada evaluasi yang sempurna, meski dilakukan dengan metode yang berbeda.
3.      Pelaku evaluasi atau evaluator tidak memberikan jawaban atas suatu pertanyaan tertentu. Evaluator tidak berwennag untuk memberikan rekomendasi terhadap keberlangsungan sebuah program. Evaluator hanya membantu memberikan alternatif.
4.      Penelitian evaluasi adalah tanggung jawab tim bukan perorangan.
5.      Evaluator tidak terikat pada satu sekolah demikian pula sebaliknya.
6.      evaluasi adalah proses, jika diperlukan revisi maka lakukanlah revisi.
7.      Evaluasi memerlukan data yang akurat dan cukup, hingga perlu pengalaman untuk pendalaman metode penggalian informasi.
8.      Evaluasi akan mntap apabila dilkukan dengan instrumen dan teknik yang aplicable.
9.      Evaluator hendaknya mampu membedakan yang dimaksud dengan evaluasi formatif, evaluasi sumatif dan evaluasi program.
10.  Evaluasi memberikan gambaran deskriptif yang jelas mengenai hubungan sebab akibat, bukan terpaku pada angka soalan tes.
Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sesungguhnya evaluasi adalah proses mengukur dan menilai terhadap suatu objek dengan menampilkan hubungan sebab akibat diantara faktor yang mempengaruhi objek tersebut.

G.  Implementasi Evaluasi Pendidikan
1.      Terbukanya kemungkinan bagi evaluator guna memperoleh informasi tentang hasil-hasil yang telah dicapai dalam rangka pelaksanaan program pendidikan.
2.      Terbukanya kemungkinan untuk dapat diketahuinya relevansi antara program pendidikan yang telah dirumuskan, dengan tujuan yang hendak dicapai.
3.      Terbukanya kemungkinan untuk dapat dilakukannya usaha perbaikan, penyesuaian dan penyempurnaan program pendidikan yang dipandang lebih berdaya guna dan berhasil guna, sehingga tujuan yang dicita-citakan, akan dapat dicapai dengan hasil yang sebaik-baiknya.

H.  Prosedur Melaksanakan Evaluasi
Dalam melaksanakan evaluasi pendidikan hendaknya dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa evaluasi pendidikan secara garis besar melibatkan 3 unsur yaitu input, proses dan out put. Apabila prosesdur yang dilakukan tidak bercermin pada 3 unsur tersebut maka dikhawatirkan hasil yang digambarkan oleh hasil evaluasi tidak mampu menggambarkan gambaran yang sesungguhnya terjadi dalam proses pembelajaran.
Langkah-langkah dalam melaksanakan kegiatan evaluasi pendidikan secara umum adalah sebagai berikut:
a. perencanaan (mengapa perlu evaluasi, apa saja yang hendak dievaluasi, tujuan evaluasi, teknikapa yang hendak dipakai, siapa yang hendak dievaluasi, kapan, dimana, penyusunan instrument, indikator, data apa saja yang hendak digali, dsb)
b. pengumpulan data ( tes, observasi, kuesioner, dan sebagainya sesuai dengan tujuan)
c. verifiksi data (uji instrument, uji validitas, uji reliabilitas, dsb)
d. pengolahan data ( memaknai data yang terkumpul, kualitatif atau kuantitatif, apakah hendak di olah dengan statistikatau non statistik, apakah dengan parametrik atau non parametrik, apakah dengan manual atau dengan software (misal : SAS, SPSS )
e. penafsiran data, ( ditafsirkan melalui berbagai teknik uji, diakhiri dengan uji hipotesis ditolak atau diterima, jika ditolak mengapa? Jika diterima mengapa? Berapa taraf signifikannya?) interpretasikan data tersebut secara berkesinambungan dengan tujuan evaluasi sehingga akan tampak hubungan sebab akibat. Apabila hubungan sebab akibat tersebut muncul maka akan lahir alternatif yang ditimbulkan oleh evaluasi itu.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan dengan pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan  seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar  untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.
Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik. Jadi secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program.


DAFTAR PUSTAKA

Sudijono, A. (2007). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Suherman, U. (2007). Manajemen Bimbingan dan Konseling. Bekasi: Azzam Media.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar