Kamis, 13 September 2018

MODEL MENAJEMEN MADRASAH BERBASIS PARTISIPATIF UNTUK MENGATASI KEKURANGSTANDARAN TENAGA PENDIDIK, SARANA PRASARANA DAN KEUANGAN DI MI AL-ISLAM KOTA BENGKULU





MODEL MENAJEMEN MADRASAH BERBASIS PARTISIPATIF UNTUK MENGATASI KEKURANGSTANDARAN TENAGA PENDIDIK, SARANA PRASARANA DAN  KEUANGAN
DI MI AL-ISLAM  KOTA BENGKULU

LAPORAN
Disampaikan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat
Menempuh Mata Kuliah Manajemen Satuan Pendidikan
Program Studi Magister Administrasi Pendidikan
PPs FKIP Universitas Bengkulu Semester 3 Tahun Akademik 2013/1014
Dosen Pengampu
Prof. Dr. Rambat Nur Sasongko
Dr. Zakaria, M.Pd


 





Oleh

JON SASTRO


PROGRAM STUDI
MAGISTER ADMINISTRASI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCA SARJANA FKIP
UNIVERSITAS BENGKULU
2014




KATA PENGANTAR
Bismillahirramanirrahim

Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis berhasil menyelesaikan Laporan ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul Model Menajemen Madrasah Berbasis Partisipatif Untuk Mengatasi Kekurangstandaran Dalam Tenaga pendidik, Sarana Dan Prasarana, dan Keuangan Di Mi Al-Islam  Kota Bengkulu.
Laporan ini berisikan tentang bagaimana solusi untuk mengatasi kekurangstandaran tenaga pendidik, sarana prasarana, dan keuangan melalui model manajemen madrasah berbasis partisipatif.  Diharapkan laporan ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Manajemen Satuan Pendidikan.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini.
Dalam penulisan laporan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan penelitian ini, khususnya kepada dosen mata kuliah Prof. Dr. Rambat Nur Sasongko, rekan-rekan seperjuangan di semester 3 Program Studi Magister/Manajemen Pendidikan Tahun Akademik 2013/1014 serta keluarga besar Mi Al-Islam  Kota Bengkulu.
Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan laporan ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin Ya robbal’Alamin.
Wassalamualaikum wr.wb

Bengkulu,      Maret 2014

Tim  penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................  I
DAFTAR ISI ...........................................................................................................  II

BAB I. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang .............................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah ......................................................................................... 2
C.     Tujuan Pembahasan....................................................................................... 2
D.    Manfaat Pembahasan..................................................................................... 3
E.     Metode .......................................................................................................... 4

BAB II. PEMBAHASAN
A.    Permasalahan dan Alternatif Solusi.............................................................................. 5

BAB III. PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN
A.    Latar Belakang .............................................................................................. 6
B.     Definisi ......................................................................................................... 6
C.     Tujuan dan Manfaat....................................................................................... 6
D.    Langkah-langkah Kegiatan............................................................................ 7
E.     Sistem Sosial ................................................................................................. 8
F.      Prinsip Penerapan........................................................................................... 8
G.    Sistem pendukung......................................................................................... 8
H.    Evaluasi.......................................................................................................... 8

BAB IV. SIMPULAN DAN SARAN
A.    Simpulan........................................................................................................ 9
B.     Saran ............................................................................................................. 10

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 11
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Diberlakukannya UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, menempatkan madrasah setara dengan sekolah umum. Adanya kesetaraan tersebut, madrasah dituntut memiliki kualitas atau mutu yang sama dengan sekolah umum dalam segala aspeknya. Padahal untuk dapat memenuhi tuntutan kualitas atau mutu tersebut, minimal madrasah harus mampu memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada seluruh komponen yang ada untuk menunjang keberhasilan sekolah
Keberhasilan pendidikan termasuk di madrasah tidak hanya ditentukan oleh tersedianya guru dan peserta didik serta proses pendidikan di sekolah saja, tetapi juga ditentukan bagaimana tenaga pendidiknya, sarana dan prasarana sekolah tersebut, bagaimana keuangan sekolahnya serta ditentukan juga oleh lingkungan keluarga dan masyarakat. Karena itu Rustiyono (2010) berpendapat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah (sekolah), keluarga dan masyarakat. Ini berarti mengisyaratkan bahwa pemerintah, komite sekolah siswa dan masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk berpartisipasi, turut memikirkan dan memberikan bantuan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Partisipasi yang tinggi dari pemerintah, komite sekolah siswa serta masyarakat dalam pendidikan di sekolah merupakan salah satu ciri dari pengelolaan sekolah yang baik, artinya sejauh mana semua elemen tersebut dapat diberdayakan dalam proses pendidikan di sekolah adalah indicator terhadap manajemen sekolah yang bersangkutan. Tingkat partisipasi pemerintah, komite sekolah, masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah ini nampaknya memberikan pengaruh yang besar bagi kemajuan sekolah, kualitas pelayanan pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi belajar anak-anak di sekolah (Rustiyono:2010).
Dalam kenyataan sering kita temui sekolah yang tidak punya nama baik di masyarakat akhirnya akan mati. Hal ini disebabkan karena sekolah itu tidak mampu membuat hubungan yang baik dan harmonis sehingga tidak adanya partisipasi dari berbagai elemen. Wukir (2012:133) berpendapat bahwa keberhasilan suatu sekolah sangat terkait dengan kemampuan kepala sekolah yang mampu menyatukan pihak sekolah dengan pihak luar sekolah dengan mengajak kerja sama serta dukungan, dengan kata lain kepala sekolah harus mampu mengadakan pendekatan dan hubungan dengan para pendukungnya diluar sekolah, seperti tokoh masyarakat, tokoh pengusaha, tokoh agama dan tokoh politik atau tokoh kepemerintahan (stakeholders) sehingga terciptanya partisipasi dari mereka dalam menunjang keberhasilan sekolah dan sekolah tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Hal ini lah yang sedang di hadapi Madrasah Swasta, pada dasarnya pemerintah lebih mendahulukan sekolah Madrasah negeri dibandingkan Madrasah  swasta,dan karena itu lah sekolah MI Al-islam membuat Model Manajemen berbasis Parisipatif ,sehingga dari Partisipasi Seluruh elemen Pendidikan inilah MI Al-Islam Mendapatkan Perhatian dari berbagai Elemen Pendidikan untuk menunjang kebutuhan Standar Pendidikan Minimum.

B.     Rumusan Masalah
1.      Masalah Manajemen apakah yang dihadapi Sekolah?
2.      Bagaimanakah Solusinya?
3.      Bagaimanakah Model Manajmen Sekolah/satuan pendidikan yang Efektif?

C.    Tujuan Pembahasan
1.      Untuk mendiskripsikan masalah manajemen yang dihadapi oleh sekolah
2.      Untuk merumuskan bagaimana solusi masalah manajemen yang dihadapi sekolah
3.      Untuk merumuskan model manajemen sekolah/satuan pendidikan yang efektif

D.    Manfaat Pembahasan
Bagi Mahasiswa
1.      Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Administrasi Pendidikan UNIB dengan membuat laporan penenlitian secara ilmiah dan sistematis
2.      Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai model manajemen madrasah berbasis partisipatif, serta untuk memperoleh pengalaman terhadap masalah manajemen pengelolaan sekolah yang di temukan dalam sekolah/madrasah

Bagi sekolah
1.      Memperbesar dorongan mawas diri, sebab seperti diketahui konsep pendidikan sekarang adalah oleh masyarakat, untuk masyarakat dan dari masyarakat serta mulai berkembangnya impelementasi manajemen berbasis partisipatif, maka pengawasan sekolah khususnya kualitas sekolah akan dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat antara lain melalui dewan pendidikan dan komite sekolah.
2.      Memudahkan/meringankan beban sekolah dalam memperbaiki serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di tingkat sekolah. Hal ini akan tercapai apabila sekolah benar-benar mampu menjadikan pemerintah, komite sekolah, dan masyarakat sebagai pemerhati pendidikan dalam pengembangan dan peningkatan sekolah. Pemerintah, komite sekolah, dan masyarakat akan mendukung sepenuhnya serta membantunya apabila sekolah mampu menunjukkan kinerja yang berkualitas.
3.      Pemerintah, komite sekolah, dan masyarakat akan ikut serta memberikan kontrol/koreksi terhadap sekolah, sehingga sekolah akan lebih hati-hati dan lebih baik.
4.      Dukungan moral dari seluruh elemen pendidik akan tumbuh terhadap sekolah, sehingga memudahkan mendapatkan bantuan material.

Bagi guru
1.      Meningkatnya kinerja mengajar guru. Sebab pada dasarnya tenaga pendidik, sarana prasarana dan keuangan merupakan wadah seorang pendidik untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
2.      Meningkatkan dorongan dan motivasi guru terhadap mutu pendidikan

Bagi pemerintah, komite sekolah serta masyarakat
1.      Masyarakat/komite sekolah siswa akan mengerti tentang berbagai hal yang menyangkut penyelenggaraan pendidikan di sekolah
2.      Keinginan dan harapan pemerintah, komite sekolah dan masyarakat terhadap sekolah akan lebih mudah disampaikan dan direalisasikan oleh pihak sekolah.
3.      Pemerintah, komite sekolah dan masyarakat akan memiliki kesempatan memberikan saran, usul maupun kritik untuk membantu sekolah menciptakan sekolah yang berkualitas.

E.     Metode ( Deskriptif Kualitatif/Analistis)

Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan (Arikunto:2010)




BAB II
PEMBAHASAAN

NO
PERMASALAHAN
SOLUSI  INOVATIF
1
Pengelolaan Tenaga pendidik

a.       Kurangnya kesejahteraan tenaga pendidik honorer
Melakukan rapat komite mengenai kesejahteraan guru honorer dengan membayar uang komite sebesar Rp20.000 persiswa
b.      kurangnya pemahaman pembuatan perangkat pembelajaran
Mendatangkan pengawas kota sebagai tutor dalam pembuatan perangkat pembelajaran
c.       dalam PBM Tidak sesuai dengan RPP
Secara rutin kepala sekolah,guru senior seta pengawas mengadakan penilaian kinerja guru.
2.
Pengelolaan Sarana dan Prasarana

a.       Kurangnya ketersediaan tempat untuk pengembangan diri siswa
Dibuatnya  MoU (Nota Kesepahaman) antara Madrasah dengan ketua RT setempat tentang kesepakatan penggunaan masjid, lapangan serta fasilitas umum lainnya
b.      Tidak adanya peralatan pengembangan diri siswa (ekstrakulikuler)
Membuat proposal bantuan pengadaan peralatan pengembangan diri seperti drumband dan marawis ke pemerintah pusat dan Perusahaan sekitar.
c.       Kurangnya media pembelajaran
Membuat proposal permohonan bantuan ke Kementrian agama kota Bengkulu.
3.
Pengelolaan Keuangan

a.       Kurangnya anggaran untuk guru honor
Melakukan rapat komite mengenai kesejahteraan guru honorer dengan membayar uang komite sebesar Rp20.000 persiswa.
b.      Kurangnya anggaran untuk kelengkapan sapras
Membuat proposal bantuan media pembelajaran kepemerintah pusat /daerah dan Masyarakat.
c.       Kurangnya dana untuk perawatan sapras
Menganggarkan dana bos untuk perawatan sapras.





BAB III
PENGEMBANGAN MODEL MENAJEMEN SEKOLAH /SATUAN PENDIDIKAN YANG EFEKTIF

A.    Latar BeLakang
·         Pengelolaan tenaga pendidik, sarana dan Prasarana, dan Keuangan yang kurang memenuhi SPM(Sekolah Kurang Standar)
·         Sekolah yang Kurang Standar menyebabkan Mutu Pembelajaran Rendah,Kurang Mampu Bersaing, dan Prestasi Sekolah Kurang.
·         Keterpenuhan SPM memerlukan Manajemen Pendidikan yang Khas dengan Partisipatif
·         Diduga menajemen Sekolah Berbasis Partisipatif adalah solusi yang tepat dalam mengatasi kekurangstandaran tenaga pendidik, sarana dan Prasarana, serta Keuangan

B.     Definisi
Model Manajemen Pendidikan Berbasis Partisipatif dalam mengatasi kekurangstandaran dalam pengelolaan tenaga pendidik, sarana prasarana dan keuangan sekolah adalah  suatu proses merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memonitoring, dan memberikan evaluasi adanya informasi yang diberikan kepada seluruh elemen pendidikan dengan melibatkan partisipatif dari stakeholders yang dampaknya dapat merubah sikap dan tindakan pemerintah, guru, komite sekolah, dan masyarakat terhadap pendidikan serta memberikan sesuatu untuk perbaikan pendidikan untuk kemudian mengambil tindak lanjut agar pengelolaan sekolah dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

C.    Tujuan Pembahasan dan Manfaat
·         Model ini ditunjukan untuk mengatasi permasalahan ketidaksetaraan tenaga pendidik, sarana dan prasarana,serta keuangan


·         Manfaat:
1.      SPM Sekolah dapat Terpenuhi
2.      Sekolah memiliki Potensi untuk meningkatkan mutu pendikikan
3.      Sekolah mampu bersaing dengan sekolah negeri

D.    Langkah-Langkah Kegiatan
1.      Perencanaan                     
·         Analisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi serta perumusan program pengatasan masalah ketidakstaraan tenaga pendidik,sarana dan prasarana serta keuangan,
·         Mengemukakan program-program yang dapat dijadikan sebagai alternatif pemecahan masalah yang dihadapi oleh sekolah.
2.      Pengorganisasian              
·         Membentuk tim kerja yang disertai dengan tupoksi yang jelas dan tegas.
·         Masing-masing unit kerja membuat program kerja dengan model manajemen berbasis partisipatif dan disertai mekanisme dan jadwal pelaksanaan.
·         Sosialisasi program oleh tim pelaksana kepada warga sekolah dan masyarakat
3.      Pelaksanaan
·         menerapkan pengatasan masalah (ketidakpenuhan SPM) melalui model manajemen berbasis partisipatif  dengan memperdayakan stakeholders secara opimal
4.      Monev
·         Pengumpulan data /informasi tentang program yang sedang dan akhir
5.      Refeklsi dan Modifikasi  
·         Analisis monev, perbaikan, dan peningkatan program berikutnya
E.     Sistem Sosial
·         Pelaksana        : Kepala Sekolah, Guru, Staf
·         Subyek            : Semua Elemen yang Berhubungan dengan Sekolah (Guru,Staf,Siswa,Komite Sekolah,Masyarakat,dan Pemerintah)

F.     Prinsip Penerapan
·         Orientasi Kepada Pengatasaan Masalah (Memenuhi SPM) tentang model manajemen berbasis partisipatif
·         Pemberdayaan Seluruh Elemen yang Berhubungan dengan Sekolah
·         Jaminan Mutu
·         Terbuka,akuntabilitas,efektif dan Efisien

G.    Sistem Pendukung
·         SK Tim Pegentasan
·         Penyediaan Fasilitas (Sarana Tulis)

H.    Evaluasi
·         Prosedur: awal(evaluasi terhadap kondisi awal)akhir(evaluasi terhadap kondisi akhir setelah diberikan perlakuan/bantuan)
·         Jenis: wawancara, pengamatan, studi dokumentasi
·         Pedoman Evaluasi :  (terlampir)
·         Indikator Keberhasilan: keterpenuhan standar tenaga pendidik, sarana dan prasarana serta keuangan terpenuhi 86%











BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN

A.    Simpulan
Simpulan penelitian ini menunjukan bahwa Model Manajemen Pendidikan Berbasis Partisipatif dapat di implementasikan di sekolah madrasah untuk menunjang keberhasialan penyelenggaraan pendidikan sehingga Standar Pendidikan Minimum dapat terpenuhi. Model Manajemen Pendidikan Berbasis Partisipatif melibatkan semua elemen dengan mengadakan pendekatan dan hubungan dengan para pendukungnya diluar sekolah, seperti tokoh masyarakat, tokoh pengusaha, tokoh agama dan tokoh politik atau tokoh kepemerintahan (stakeholders) sehingga terciptanya partisipasi dari mereka dalam menunjang keberhasilan sekolah dan sekolah tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa: pertama, tenaga pendidik, setelah melakukan rapat komite mengenai kesejahteraan guru honorer, mendatangkan pengawas sebagai tutor melakukan penilaian secara rutin terhadapkinerja guru dapat mengatasi permasalahan yang ada pada tenaga pendidik
Kedua, manajemen sarana dan prasarana, untuk mengatsi kurangnya ketersediaan tempat, peralatan pengembangan diri siswa dan media pembelajaran, sekolah membuat MoU atau kerja sama dengan masyarakat setempat untuk menggunakan Fasilitas Umum yang digunakan untuk belajar dan praktek serta bermain ,selain itu sekolah juga membuat proposal permohonan bantuan ke pemerintah pusat, perusahaan sekitar dan kementerian agama guna menunjang keberhasilan PBM.
Ketiga, manajemen keuangan, sekolah melakukan rapat komite untuk menunjang kesejahteraaan guru honorer, selain itu, sekolah mengajukan proposal dan menganggarkan dana BOS untuk mengatasi untuk kelengkapan dan perawatan sarana dan prasarana.


B.     Saran
Berdasarkan simpulan di atas, maka penulis memberikan kepada pihak terkait:
Pertama, pemerintah harus lebih peduli terhadap pendidikan trutama sekolah swasta yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga sulit untuk bersaing dengan sekolah negeri
Kedua, kepala sekolah, guru dan staff diharapkan lebih aktif dan kreatif untuk memajukan sekolah dengan mengadakan pendekatan terhadap, tokoh masyarakat, tokoh pengusaha, tokoh agama dan tokoh politik atau tokoh kepemerintahan (stakeholders) untuk menjadi mitra dalam menunjang kualitas pendidikan.
Ketiga, Masyarakat, dan komite sekolah, juga harus bertanggung jawab untuk ikut berpartisipasi di sekolah, sehingga harus turut memikirkan dan memberikan bantuan dalam penyelenggaraan pendidikan.













DAFTAR PUSTAKA

Arikunto. Suharsimi. 2010. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta

Rustiyono. 2010. Manejemen Berbasis Solusi Untuk Mengatasi Kekurangstandaran Dalam Pengelolaan Hubungan Sekolah dan Pemberdayaan Masyarakat. Rustiyono 1205’s blog

Sasongko, Rambat Nur dan Zakaria. 2014. Panduan Perkuliahan Manajemen Satuan Pendidikan. Bengkulu: Prodi MAP PPs FKIP Universitas Bengkulu

Undang – undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasiaonal

Wukir. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Sekolah. Yogyakarta: Multi Presindo













                                                                                  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar